Semangat ‘New Normal’ Sekolah Cendekia Baznas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Dengan semangat new normal, Sekolah Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen menghasilkan calon penerus bangsa yang unggul dan berprestasi dengan menjunjung nilai-nilai keislaman.

Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta, mengatakan, Sekolah Cendekia Baznas sebagai lembaga program Baznas yang bergerak di bidang pendidikan, harus terus menjaga komitmennya sebagai model sekolah Islam yang membangun karakter dan mengoptimalkan potensi siswa sesuai dengan visi.

“Sekolah Cendekia Baznas harus terus menampakkan produktivitasnya, menghasilkan calon penerus bangsa yang unggul dan berprestasi selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap karyanya,” ujar Arifin dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Rabu (15/7/2020) siang.

Di tengah pandemi Covid-19, Sekolah Cendekia Baznas melakukan kegiatan penyambutan siswa baru tahun 2020. Tercatat sebanyak 64 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), 60 siswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 28 siswa Sekolah Tahfidz BAZNAS.

“Para para siswa ini berasal dari 17 provinsi di seluruh Indonesia. Diharapkan dalam tatanan baru atau new normal, para siswa tetap semangat belajar,” tandasnya.

Plt Kepala Sekolah Cendekia Baznas, Ahmad Kamaluddin Afif menambahkan, para siswa baru ini merupakan hasil seleksi yang dilangsungkan sejak 6 bulan lalu. Yakni, mulai dari seleksi berkas, tes akademik, survei faktual, tes Alquran dan psikotes.

Sedangkan pembelajaran baru yang diusung adalah new normal new spirit. “Bahwa keterbatasan yang ada tidak menghalangi kita untuk bertumbuh dan berkembang dalam menuntut ilmu,” jelasnya.

Dimana proses pembelajaran new normal ini, pihak sekolah telah merancang strategi pembelajaran jarak jauh berbasis daring melalui google classroom, zoom, youtube, whatsapp dan pendampingan telepon langsung kepada peserta didik.

“Dalam kondisi pandemi ini, kami telah mendata sebanyak lebih dari 77 persen siswa masih dapat terhubung dengan baik jaringan internet, 20 persen terkendala sinyal, dan sisanya belum memiliki telepon seluler (HP),” terangnya.

Ahmad menjelaskan, Sekolah Cendekia Baznas adalah salah satu program pendidikan yang dikelola Baznas, dimana tujuan didirikan untuk mengakomodir anak kaum duafa berprestasi dari seluruh pelosok negeri yang mengalami keterbatasan untuk mendapatkan akses pendidikan karena masalah ekonomi.

Setiap siswa menempuh pendidikan sesuai kurikulum dinas pendidikan. “Pembinaan karakter Islam, quran-hadist dan pengembangan potensi sesuai minat dan bakat,” pungkasnya.

Lihat juga...