Sertifikat Pelayaran Gratis, Mudahkan Pencari Kerja Sektor Kelautan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pelatihan sertifikat pelayaran mudahkan pencari kerja di sektor kelautan. Iwan Syahrial, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni menyebut sebanyak 150 orang menerima sejumlah sertifikat pelayaran. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) dilakukan oleh KSOP kepada pekerja di area pelabuhan.

Sertifikat yang diperoleh merupakan hasil Diklat yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melibatkan KSOP Bakauheni. Jenis sertifikat yang diperoleh meliputi Basic Safety Training (BST), Advance Fire Fighting (AFF), Security Awarness Training (SAT) kapal niaga. Diberikan secara gratis dengan prioritas warga kurang mampu.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) disebutnya sangat diperlukan. Sebab SDM yang bekerja harus memiliki pengetahuan terkait keselamatan pelayaran. Kegiatan diklat yang dilakukan berkoordinasi dengan Politekhnik Pelayaran Banten dilakukan bertahap. Pada program pertama dilakukan Maret silam dan akan dilakukan tahap berikutnya.

“Seluruh peserta diklat bulan Maret silam baru dibagikan pada bulan Juli karena dampak Covid-19 tertunda,sebagian penerima sertifikat BST, AFF, SAT kapal niaga sudah bekerja di area pelabuhan namun belum memiliki sertifikat,” terang Iwan Syahrial saat ditemui Cendana News, Rabu (8/7/2020).

Iwan Syahrial (kiri), Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni,Lampung Selatan saat penyerahan sertifikat BST-AFF-SAT-Kapal Niaga kepada peserta pelatihan di Bakauheni, Rabu (8/7/2020). -Foto: Henk Widi

Sejumlah sertifikat yang diberikan menurut Iwan Syahrial merupakan bagian pemberdayaan masyarakat. Sebab sejumlah sertifikat yang harus dimiliki normalnya bisa diperoleh dengan biaya pelatihan mencapai Rp1,7 juta. Program dari Kementerian Perhubungan masih akan dibuka tahap kedua dan ketiga. Namun kendala Covid-19 diklat masih akan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sebagian penerima sertifikat pelayaran merupakan petugas cleaning service, anak buah kapal, pramugari kapal. Materi pelatihan yang telah diterima oleh para peserta meliputi praktik penanganan kebakaran, orang tenggelam dan sejumlah insiden di kapal. Peningkatan kapasitas bagi yang sudah bekerja akan membantu kompetensi saat berada di atas kapal.

Ai Sumiati, salah satu peserta diklat asal Bakauheni menyebut menerima empat sertifikat berkaitan pekerjaan di atas kapal. Sertifikat tersebut diperoleh setelah mengikuti pelatihan selama sepekan pada awal Maret. Namun imbas Covid-19 sertifikat baru dibagikan awal Juli. Salah satu petugas bagian mesin di kapal penyeberangan lintas Bakauheni-Merak itu telah bekerja selama setahun.

“Syarat bekerja di kapal harus memiliki sertifikat kompetensi dan saya mendapat program pelatihan gratis,” cetusnya.

Memiliki sejumlah sertifikat kompetensi pelayaran membuatnya tenang bekerja di atas kapal. Ia juga beruntung kapal yang sempat berhenti operasi selama masa pandemi Covid-19 bisa kembali beroperasi. Sertifikat yang dimiliki selanjutnya bisa menjadi bekal untuk bekerja di kapal niaga sesuai bekal kompetensi yang dimilikinya.

Lihat juga...