Sistem Irigasi Tetes di Lahan Kering Hemat Air dan Tenaga Kerja

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Penggunaan sistem irigasi tetes di lahan pertanian hortikultura dalam skala besar yang dikembangkan seorang petani muda di Kabupaten Sikka, Yance Maring,merupakan yang terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tanaman hortikultura di lahan pertanian seluas satu hektare di Kelurahan Wailiti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, ini tampak daunnya menghijau dan terlihat tumbuh subur, meskipun bagian atas bedeng tanaman terlihat kering.

“Penggunaan sistem irigasi tetes dalam penyiraman tanaman membuat air langsung meresap ke dalam tanah dan akar pohon,” kata Yance Maring, Minggu (26/7/2020).

Yance Maring, petani muda di Kabupaten Sikka, NTT, yang mengembangan sistem irigasi tetes, saat ditemui di kebun hortikultura miliknya, Minggu (26/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Meskipun di bagian atas bedeng pohon terlihat kering, sebut Yance, tetapi pohon tetap tumbuh subur. Penggunaan sistem ini dapat menghemat tenaga kerja dan air, terutama di Sikka dan NTT yang merupakan pertanian lahan kering dan sulit air.

Untuk saat ini, tambahnya, hanya satu hektare lahan yang ia kelola dan ditanami aneka tanaman seperti tomat, cabai, jagung dan semangka. Namun ke depan,  ia ingin menyewa lahan lain yang lebih luas.

“Bisa juga menggunakan sprinkler, tetapi tentunya boros air. Kalau menggunakan irigasi tetes, lebih hemat air dan produksinya juga lebih besar, karena air langsung meresap ke akar tanaman,” ungkapnya.

Yance mengaku baru mulai terjun bertani beberapa bulan setelah belajar selama 9 bulan di Israel .Dia mengaku banyak tawaran bekerja di tempat lain, namun lebih memilih menjadi petani dan mengolah lahan sendiri.

Sarjana pertanian jebolan Politani Kupang ini mengembangkan modul SMS untuk mempermudah penyiraman dan pemupukan tanaman di lahan hortikultura miliknya.

“Saya mengembangkan sistem irigasi tetes dan penyiraman tanaman menggunakan pesan singkat, agar bisa memudahkan pekerjaan. Cara ini juga bisa mengajak anak-anak muda terjun ke dunia pertanian, sebab saat ini banyak anak muda di Kabupaten Sikka belum terjun menjadi petani,” terangnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengaku tertarik menyaksikan kebun hortikltura menggunakan sistem irigasi tetes, sehingga pemerintah Kabupaten Sikka akan mengembangkan pertanian dengan sistem ini.

Dirinya pun mengaku, Yance sebagai anak muda yang tidak pantang menyerah meskipun awalnya mengalami kegagalan. Apa yang dikerjakan Yance bisa menjadi contoh bagi anak muda di Kabupaten Sikka, agar bisa menjadi petani, sebab pendapatannya pun lumayan besar.

“Yance merupakan aset daerah dan akan kita pergunakan untuk mendidik anak-anak muda lainnya di Kabupaten Sikka, agar bisa menjadi petani sukses. Pemerintah akan membantu menganggarkan dana untuk pengembangan sistem irigasi tetes ini,” ungkapnya.

Lihat juga...