Siswa Baru SMPN 1 Maumere Dapat Pengetahuan Cegah Corona

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Siswa-siswi baru yang hendak menempuh pendidikan di SMPN 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengikuti kegiatan pengenalan sekolah di hari-hari pertama masuk sekolah.

Sebanyak 224 siswa sejak Rabu (15/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020) menyelenggarakan kegiatan ini di beberapa tempat baik di fasilitas umum, fasilitas pemerintah maupun rumah orang tua murid yang ada di Kota Maumere.

“Kegiatan ini dilaksanakan di 14 titik baik di fasilitas pemerintah termasuk juga rumah orang tua wali murid,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, S.Pd, Kamis (16/7/2020).

Kepala Sekolah SMPN 1 Maumere Kabupaten Sikka, NTT, Vitalis P. Sukalumba, S.Pd saat ditemui di sekolahnya, Kamis (16/7/2020). Foto: Ebed de Rosary

Vitalis menyebutkan, selain materi yang dibawakan oleh para guru di sekolahnya, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan LBH Komnas PHD HAM Indonesia Kabupaten Sikkka untuk memberikan materi kepada siswa baru.

Dari Dinas Kesehatan sebutnya, membawakan materi mengenai pencegahan penularan Covid-19 dan pola hidup sehat sementara dari LBH Komnas PHD HAM memberikan materi terkait hak-hak anak dalam bidamg pendidikan.

“Materi kita juga mengikuti materi pembelajaran kelas VI SD khususnya untuk mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pengalaman kita, dalam tahun pertama siswa sulit belajar 2 mata pelajaran ini sehingga harus diajarkan terlebih dahulu mata pelajaran di kelas VI SD,” jelasnya.

Selama penerapan tatanan hidup baru atau era new normal sebut Vitalis, sejak tanggal 20 Juli dilaksanakan pembelajaran di berbagai tempat baik fasilitas umum, fasilitas pemerintah maupun rumah orang tua wali murid.

Untuk siswa kelas 7 afau kelas 1 SMP tambahnya, telah dilaksanakan rapat bersama orang tua wali murid dan telah ditentukan titik-titik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka namun tetap menerapkan protokol lkehatam

“Dalam waktu beberapa hari ini kami akan rapat bersama orang tua untuk menentukan lokasi pembelajaran. Saat ini baru dengan orang tua murid siswa kelas 7 saja,” ujarnya.

Vitalis menjelaskan, SMPN 1 Maumere memiliki 866 siswa dimana kelas 7 ada 224 siswa dengan 7 Rombongan Belajar (Rombel), kelas 8 jumlah muridnya sebanyak 312 orang yang terdiri atas 10 Rombel serta kelas 9 ada 329 orang dengan jumlah Rombel sebanyak 11.

Banyaknya siswa baru yang berminat sekolah di tempatnya membuat pihak sekolah harus membagi kegiatan belajar mengajar menjadi dua shift saat masa normal.

“Kami mulai mengurangi jumlah siswa untuk bersekolah di tempat kami sehingga ke depannya sudah berkurang dan tidak lagi ada kegiatan belajaf mengajar di siang hari. Tidak ada lagi pembagian shift dalam aktivitas pembelajaran di sekolah saat normal,” ungkapnya.

Selama masa pandemi Corona tambah Vitalis, pihaknya tetap menerapkan pembelajaran online dan bagi siswa yang tidak memiliki telepon genggam android maka pembelajarannya secara offline.

Selama 3 hari sekali sebutnya, siswa yang tidak bisa mngikuti pembelajaran secara online akan datang ke guru untuk mengambil tugas belajar dan menyerahkan tugas yang telah diberikan sebelumnya.

“Dampak pandemi Corona membuat kami juga tetap mempertahankan wali kelas untuk siswa. Misalnya wali kelas pada kelas 7 sebelumnya, maka dia tetap menjadi wali kelas di kelas 8 dengan siswa yang sama agar pembelajaran online bisa berjalan lancar karena sudah ada grup di media sosial,” ujarnya.

Sekretaris Komite SMPN 1 Maumere, Jimi Rianto, mengaku pihak sekolah bersama komite sekolah telah menetapkan lokasi-lokasi pembelajaran tatap muka dengan peserta terbatas.

Pihaknya hanya menunggu izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka setelah pihaknya mengajukan lokasi tempat yang akan dipergunakan untuk belajar mengajar nantinya.

“Lokasi pembelajaran sudah ditetapkan dan saya sudah menyampaikan ke Gugus Tugas. Kami masih menunggu petugas untuk melakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada lokasi tersebut bila diizinkan untuk pembelajaran melalui tatap muka sejak tanggak 20 Juli nanti,” pungkasnya.

Lihat juga...