Siswa SMAN Nala Mulai MPLS-MPLA

Editor: Koko Triarko

MALANG – Memasuki tahun ajaran baru, ratusan siswa SMAN Taruna Nala Jawa Timur, hari ini mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Asrama (MPLA) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Guna memutus mata rantai penularan Covid-19, para siswa diwajibakan mengikuti masa karantina selama 14 hari dan beberapa kali tes cepat. 

Kepala Sekolah SMAN Taruna Nala, Hari Wahjono, menjelaskan, para siswa hari ini mulai melaksanakan masa karantina selama 2 minggu, sekaligus pengenalan lingkungan sekolah dan asrama. Kemarin para siswa juga sudah di-rapid test, tujuh hari kemudian akan rapid test kembali dan di hari ke-14 sebelum masuk asrama juga akan di-rapid test lagi.

“Jadi kami betul-betul melaksanakan protokol kesehatan. Bapak, Ibu guru termasuk kepala sekolah kemarin juga sudah di-rapid, dan alhamdulillah hasilnya nonreaktif semua,” jelasnya usai upacara pembukaan masa karantina dan pengenalan lingkungan sekolah di lapangan Pangkalan TNI AL (Lanal) Malang, Selasa (14/7/2020).

Wali Kota Malang, Sutiaji (tengah) beserta Kepala sekolah SMAN Taruna Nala, Hari Wahjono, menjelaskan terkait pelaksanaan masa karantina, MPLS dan MPLA di lapangan Lanal Malang, Selasa (14/7/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Dikatakan Hari, dari total 509 orang jumlah siswa SMAN Nala, saat ini yang masuk baru 200 orang siswa, karena memang dilakukan secara bertahap sesuai permintaan orang tua.

“Jadi, kami menyebarkan angket sesuai dengan keinginan orang tua. Melalui angket tersebut, bagi orang tua yang mengizinkan anaknya untuk belajar langsung di sekolah, kita persilakan, tapi bagi orang tua yang masih keberatan, kita siapkan pembelajaran during,” terangnya.

Menurutnya, konsep during tetap sama apa yang menjadi kebiasaan. Meskipun siswa berada di rumah, mereka tetap harus memakai seragam sekolah. Setiap siswa yang during juga tetap harus melakukan latihan fisik yang dibuktikan melalui kiriman video.

“Kita punya kurikulum yang berbeda dengan sekolah lain, yaitu kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman (BNK). Inilah yang bisa membangkitkan siswa untuk tetap semangat belajar,” tuturnya.

Terkait protokol kesehatan yang diterapkan di asrama dan di kelas, Hari mengaku pihaknya akan melakukan pengurangan jumlah siswa sebanyak 50 persen dari kapasitas kamar asrama, dan masing-masing kelas yang tersedia.

“Kalau di kondisi normal setiap kamar di asrama bisa diisi 10 orang, sekarang kita batasi hanya 4-5 orang saja. Kemudian untuk di kelas yang biasanya berisi 32 siswa per kelas, kita kurangi hanya diisi 10-15 anak per kelas,” sebutnya.

Waktu pembelajaran juga dikurangi hanya sampai jam 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan kegiatan olah raga untuk menumbuhkan semangat ketarunaan, melatih kedisiplinan dan untuk membunuh atau mencegah penyebaran virus.

“Di sini kami betul-betul menerapkan protokol kesehatan, sehingga sebagian anggaran kita peruntukkan pendanaan pengadaan hand sanitizer, masker, dan memperbanyak lokasi tempat cuci tangan,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir dalam upacara tersebut meminta agar setiap siswa SMAN Taruna Nala bisa menerapkan pola hidup sehat dan berlaku disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kami apresiasi SMAN Taruna Nala telah melakukan masa karantina pengenalan lingkungan sekolah dan asrama bagi peserta didik baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan perilaku hidup sehat. Semoga karakter disiplin para siswa dalam mentaati protokol kesehatan bisa terus dijaga dan diviralkan untuk memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...