Sumbar Baru Bisa Lakukan Ekspor Lobster di Era ‘New Normal’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Dari sejumlah jenis perikanan di Sumatera Barat hanya lobster yang sudah melakukan kegiatan ekspor semenjak diberlakukannya kenormalan baru atau new normal. Sementara untuk ikan tuna dan ikan kerapu, belum bisa melakukan ekspor ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, lobster asal Sumatera Barat diekspor ke negara China. Dulu memang sempat terhenti beberapa bulan akibat kondisi Pandemi COVID-19, tapi kini kegiatan ekspor khusus lobster telah dilakukan kembali.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri ditemui Jumat (10/7/2020)/Foto: M. Noli Hendra

“Hanya lobster yang baru diekspor. Sebenarnya ada perikanan lain yang turut diekspor yakni ikan tuna, goreng, dan ikan kerapu. Tapi negara tujuan ekspor kita belum bisa menerima ikan dari kita, dengan alasan masih COVID-19,” katanya, Jumat (10/7/2020).

Ia menjelaskan untuk jumlah ekspor lobster beberapa hari ini masih sekitar 30 hingga 60 persen, dari total permintaan sebelum Pandemi COVID-19. Penurunan ekspor lobster disebabkan dari menurunnya konsumsi atas produk ini di negara tujuan ekspor.

Ke depan DKP berharap kondisi COVID-19 semakin membaik, sehingga perekonomian nelayan turut membaik pula. Karena memang, akibat wabah tersebut para nelayan melalui masa-masa sulit, karena ikan dan budidaya yang dilakukan tidak memiliki pasar lagi.

“Selama COVID-19 daerah tujuan ekspor dan tujuan pengiriman lokal, tidak bisa menerima kiriman yang masuk. Seperti di Sumatera Barat, tidak ada lagi transportasi untuk mengirimkan ikan-ikan itu. Tapi kini, kondisi kembali berangsur membaik,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kondisi ekspor perikanan di Sumatera Barat, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Padang Sumatera Barat mencatat ekspor hasil perikanan sudah mulai berjalan sejak Juni 2020.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala BKIPM Padang, Rudi Barmara, ekspor perikanan baru kembali dimulai pada Juni 2020 ke sejumlah negara. Aktivitas ekspor hasil perikanan yakni dalam bentuk ikan tuna beku (frozen tuna) yang dikirim ke Amerika Serikat dalam satu kali pengiriman di Bulan Juni 2020.

Total ada 22,37 ton ikan tuna beku yang dikirimkan ke Miami Amerika Serikat dari Sumatera Barat dengan total nilai Rp4,45 miliar.

“Total ikannya sebanyak 15.000 ekor yang diekspor pada bulan Juni 2020 ini. Ikan ini diekspor perusahaan yang mengurus surat kesehatan ikan kepada kita,” jelas Rudi.

Menurut dia di awal Juli 2020 ini ekspor juga dilakukan namun pengiriman dilakukan melalui Jakarta baru ke negara tujuan. Ikan yang dikirim yakni ikan hias.

Selain itu ada beberapa hasil perikanan yang biasa dikirim ke Jepang dan Amerika Serikat seperti ikan tuna selain itu juga ke Malaysia seperti garing, kerapu, lobster air tawar dan lainnya.

Lihat juga...