Sumbar Pastikan Hanya Empat Daerah Belajar Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan ada empat daerah di kabupaten dan kota yang memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Alasan empat daerah yang layak melaksanakan sekolah tatap muka tersebut, karena Pemprov Sumatera Barat menilai berada di zona hijau. Hal tersebut juga seiring dengan aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang membolehkan sekolah tatap muka, asalkan berada di zona hijau.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menjelaskan, adapun keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pasaman Barat, karena daerah tersebut masuk dalam kategori zona hijau.

“Empat daerah itu sudah kembali menjadi zona hijau, karena sudah tidak ada lagi pertumbuhan kasus baru dalam sebulan terakhir. Semua kasus positif COVID-19 yang ada sudah 100 persen sembuh dan tidak ada kematian karena COVID-19 di daerah tersebut,” katanya, Senin (13/7/2020).

Ia menyebutkan, sebenarnya ada enam daerah yang sudah kembali menjadi zona hijau. Selain empat daerah tersebut, juga ada Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Namun kedua daerah yang saling bertetangga itu, menunda dulu.

“Dari enam zona hijau, hanya empat yang siap membuka sekolah dengan tatap muka langsung dengan normal baru,” ujar Irwan.

Selanjutnya Irwan Prayitno juga menyampaikan, jika sudah ada izin dari kementerian, maka Pemprov Sumatera Barat memberikan kewenangan pada bupati dan walikota untuk mengambil kebijakan mengizinkan pembelajaran tatap muka atau tidak.

“Namun, kita lihat dulu kesiapan sekolah tersebut untuk melaksanakannya, karena harus berpedoman pada protokol kesehatan terkait COVID-19,” jelasnya.

Tentunya sebagai Gubernur, ia mempersilakan kepada bupati dan walikota untuk menentukan kebijakan membuka sekolah dengan metode dunia maya, atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) luring.

Sementara untuk PJJ daring, para siswa menjemput dokumen tugas ke sekolah yang ditentukan waktunya oleh guru. Dikerjakan di rumah dan diantarkan kembali ke sekolah.

Namun seiring dengan perkembangan yang ada, sistem tatap muka di sekolah dengan pembagian shift dan jumlah kehadiran 50 persen. “Jadwal berikutnya akan disesuaikan dengan sekolah yang bersangkutan,” tegasnya.

Sementara untuk penerapan era tatanan hidup baru yang produktif dan aman pada zona oranye dan kuning tidak membolehkan memakai sistem pembelajaran tatap muka. Cukup melalui daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) luring untuk tahun ajaran 2020-2021.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, menyambut baik adanya kondisi di empat daerah tersebut. Ia menilai dengan keputusan memulai, sekolah tatap muka yang diambil oleh kepala daerah, sebuah keberanian.

Namun, Wagub tetap mengingatkan agar di sekolah-sekolah itu mematuhi protokol kesehatan. Hal yang perlu dipastikan ialah sekolah perlu menyediakan wastafel, selalu gunakan pelindung wajah bagi para siswa dan guru.

“Saya berharap kondisi berjalan baik, tanpa ada kabar penambahan kasus COVID19. Jika bisa nanti, harus ada evaluasi setiap bulannya,” harapnya.

Wagub juga mengimbau kepada kedua orang tua, agar benar-benar memastikan anaknya ke sekolah telah mengikuti protokol kesehatan seperti pelindung wajah atau masker. Hal ini penting, agar anak yang diantar ke sekolah, memiliki rasa aman.

Lihat juga...