Tak Hadir Tanpa Keterangan 372 Peserta UTBK Unnes, Gugur

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Memasuki hari ke-5 pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Semarang (Unnes), sebanyak 372 peserta dinyakan gugur karena tidak hadir mengikuti ujian.

“Hingga hari ke-5 pelaksanaan UTBK SBMPTN di Unnes, dari 10 sesi pelaksanaan UTBK tahap I, yang sesuai jadwal ikut sebanyak 5.810 peserta, tercatat 372 orang di antaranya tidak hadir,” papar Kepala UPT Humas Unnes, Muhamad Burhanudin, di Semarang, Kamis (9/7/2020).

Kepala UPT Humas Unnes, Muhamad Burhanudin, memaparkan dari 10 sesi pelaksanaan UTBK tahap I, yang sesuai jadwal diikuti sebanyak 5.810 peserta, tercatat 372 orang di antaranya tidak hadir, saat ditemui di Semarang, Kamis (9/7/2020). Foto: Arixc Ardana

Secara terperinci, pada hari pertama UTBK, Minggu (5/7/2020), dari 1.180 peserta yang akan mengikuti tes, 51 orang peserta tidak mengikuti UTBK sesuai jadwal karena tidak hadir. Selanjutnya, Senin (6/7/2020), 72 peserta tidak hadir, Selasa (7/7/2020), 84 peserta, Rabu (8/7/2020) 75 peserta dan Kamis (9/7/2020) sebanyak 90 orang tidak hadir dari 1.090 peserta yang terjadwal.

“Seluruh peserta ini tidak mengikuti tes UTBK, bukan karena tidak lolos persyaratan seperti pengecekan suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius, namun karena tidak hadir,” tegasnya.

Ditandaskan, mereka yang tidak hadir tanpa keterangan apa pun tersebut, otomatis gugur dan dinyatakan tidak lolos UTBK SBMPTN. Untuk diketahui, total ada 10.632 orang yang dijadwalkan mengikuti UTBK di Unnes, pada tahap I, yang digelar pada tanggal 5-14 Juli 2020.

“Sejauh ini, hingga hari ke-5 pelaksanaan UTBK tahap I, kita menemukan dua peserta, yang pada awalnya tidak lolos cek suhu badan. Namun setelah kita beri kesempatan untuk istirahat sebenar, kita lakukan cek lagi, mereka bisa lolos cek suhu. Sehingga diperbolehkan untuk mengikuti ujian UTBK,” lanjut Burhan.

Ditandaskan, dalam pelaksanaan UTBK, meski syarat surat bebas covid-19 tidak diwajibkan untuk dimiliki oleh para peserta, namun dipastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 tetap dilakukan.

“Saat mengikuti ujian, seluruh peserta kita terapkan protokol kesehatan, baik penggunaan masker, pengecekan suhu badan tidak boleh dari 37,5 derajat celcius, jaga jarak hingga cuci tangan sebelum memasuki lokasi ujian,” tandasnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Zaenuri, MSi Akt, memaparkan terkait peserta yang tidak hadir dalam UTBK, pihaknya akan membuat berita acara untuk disampaikan kepada panitia pusat.

“Karena ini, sifatnya tidak ada keterangan, juga bukan karena covid-19, maka secara aturan keikutsertaan mereka gugur,” paparnya.

Dijelaskan, sesuai aturan peserta yang tidak bisa ikut ujian akibat suhu tubuh mereka lebih dari 37,5 derajat Celcius, sehingga tidak memenuhi syarat ujian, akan diberi berita acara pemeriksaan dan memperoleh kesempatan untuk direlokasi pelaksanaan ujiannya pada tahap berikutnya.

“Peserta di tahap I yang tidak bisa ikut, akan direlokasi pada tahap II. Jika ternyata di Tahap II, juga tidak bisa ikut, akan direlokasi waktu ujian pada 29 Juli sampai 2 Agustus. Termasuk mereka yang di Tahap II, tidak bisa ikut akan dilakukan pada tanggal tersebut. Namun ketentuan ini, hanya berlaku untuk peserta yang tidak bisa ikut ujian karena melewati batas suhu tubuh,” pungkasnya.

Lihat juga...