Tambah Tempat Penampungan, PKL di Selatan Pasar Kranji Digeser

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengelola Pasar Baru Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat, menggeser posisi hamparan zig zag pedagang kaki lima (PKL) di bagian selatan pasar setempat.

Bangunan kios baru tersebut untuk menambah bangunan kios untuk tempat penampungan pedagang saat pelaksanaan revitalisasi pasar dilaksanakan. Saat ini revitalisasi hanya menunggu waktu.

“Pengembang sudah meminta izin untuk memanfaatkan lahan kosong di sisi selatan pasar Kranji untuk dibangun tempat penampungan sementara saat revitalisasi pasar dilaksanakan,”ungkap Amas, Kepala Pasar Kranji Baru kepada Cendana News, Senin sore (6/7/2020).

Amas, Kepala Pasar Baru Kranji, mengingatkan bahwa PKL bisa mematuhi kesepakatan awal terkait pembangunan tambahan kios penampung di sisi selatan pasar, Senin (6/7/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan pelaksanaan revitalisasi hanya tinggal menunggu waktu. Karena tim apresial dari KPKN sudah mendapatkan nilai lelang. Namun Amas tidak menyebut berapa nilai yang dikeluarkan untuk lelang tersebut.

Menurutnya PKL di sisi selatan pasar Kranji, hanya digeser dan tetap diperbolehkan buka lapak di lahan kosong yang ada di sekitar lokasi pembangunan.

“Saya sangat menyayangkan ada salah satu PKL yang protes, padahal sudah ada kesepakatan tertulis. Jadwal sebenarnya sebelum lebaran, tapi PKL minta waktu setelah lebaran, makanya baru sekarang dilaksanakan,” ungkap Amas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pengembang revitalisasi pasar Kranji sudah menyediakan lahan untuk penampungan sementara pedagang pasar. Tapi jumlah kios masih terbatas hanya seribuan, sehingga meminta izin untuk menambah tempat penampungan dengan membangun sisi selatan pasar Kranji.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keberadaan PKL di Pasar Baru Kranji, sebenarnya tidak memiliki legalitas atau dalam tanda kutip liar. Keberadaan PKL jelasnya tidak terlepas dari kebijakan pengelola pasar meskipun ada pungutan tapi mereka tidak memiliki hak dan Kewajiban.

“PKL memang dipungut biaya, buat menambah PAD. Tapi mereka tidak punya hak sama dengan pedagang yang memiliki kios. Mereka diizinkan memanfaatkan lahan kosong tetapi ketika pengelola pasar dalam hal ini pemerintah mau menggunakan mereka tidak bisa menuntut,” tegasnya.

Untuk itu imbuhnya saat ini di sebelah selatan pasar, tengah dibangun untuk tambah kios yang akan digunakan untuk menampung pedagang saat revitalisasi dilaksanakan. Ada sekitar 120 PKL saat ini posisinya digeser.

Dalam kesempatan itu dia mengimbau pedagang kaki lima bisa mengikuti kesepakatan. Karena pasar segera dilakukan revitalisasi seiring habisnya masa hak guna pakai.

Salah seorang pedagang kaki lima ditemui di lokasi, mengakui menerima digeser karena tempat yang biasa digunakan saat ini sedang dilakukan pembangunan kios baru.

“Namanya juga pasar mau dibangun, sebenarnya tidak ada yang konflik. Hanya ada satu orang saja. Itu biasa mungkin panik,” tukasnya.

Lihat juga...