Tekan Penyebaran COVID-19, Gresik Gencarkan Razia

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto – Foto Ant

GRESIK – Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menggencarkan razia, sebagai upaya penegakan Perbup 22/2020 tentang pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru, dalam masa pandemi COVID-19.

Razia diyakini, dapat membantu menekan tingginya angka kasus positif selama sepekan terakhir. “Saya prihatin, setiap hari jumlah kasus positif di Gresik terus bertambah. Dan jumlahnya semakin besar. Jumlah kesembuhan dan yang meninggal sangat tidak seimbang,” kata Bupati Gresik, Jawa Timur, Sambari Halim Radianto, saat rapat bersama Satgas COVID-19 di Gresik, Senin (6/7/2020).

Bupati berharap, semua anggota tim dan unsur sampai di pedesaan, tetap bersemangat melaksanakan tugas. Tetap saling menjaga keluarga dan lingkungan. Sambari meminta, aparat menggencarkan agenda razia kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, baik siang atau malam. “Saya minta operasi atau razia tidak harus dilaksanakan pada malam hari saja, siang hari pun juga dilakukan, agar penegakan Perbup ini terus dilakukan, terutama membubarkan setiap kerumunan dan memberikan sanksi kepada yang tidak bermasker,” tegasnya.

Sambari, yang juga Komandan Satgas Penanggulangan Penanganan COVID-19 meminta, aparat fokus pada empat lokasi yang diwaspadai berpotensi menyebarkan virus, yakni lingkungan kerja, pasar, perusahaan, dan tempat pariwisata. “Banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat terkait Perbup ini, sehingga jumlah kasus COVID-19 semakin bertambah. Oleh karena itu, tindakan tegas perlu dilakukan dengan memberikan sanksi kepada para pelanggar,” tandasnya.

Sambari mensinyalir, pelanggaran tidak hanya dilakukan oleh masyarakat awam. Ada sekolah yang masih melaksanakan upacara perpisahan, wisuda dan rapat-rapat, yang kegiatannya tidak mematuhi ketentuan menjaga jarak. “Saya sudah mendapat beberapa fotonya. Tolong BKD agar menindaklanjuti dengan memberikan sanksi para guru dan kepala sekolah yang ikut menghadiri kegiatan tersebut. Sanksi diberikan kepada aparat pemerintah setempat. Jadi, intinya ketegasan tidak hanya kepada masyarakat pemilik warung saja, tapi pemerintah dan kepala sekolah juga harus ditindak,” tandas Bupati Sambari.

Sementara itu, sejak Sabtu (4/7/2020), kasus positif di Kabupaten Gresik terus bertambah. Hal itu tidak dibarengi dengan angka kesembuhan pasien yang signifikan. Bahkan, angka meninggal dunia lebih tinggi dibanding kesembuhan di daerah tersebut. Data terakhir, penambahan kasus positif di Kabupaten Gresik mencapai 45 orang. Sehingga saat ini ada 894 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi. Rinciannya, 101 orang sembuh, 703 orang pasien masih dirawat dan 10 orang pasien meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...