Tekan Tenaga Medis Meninggal Perlu Tes ‘Swab’ Rutin

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang, menyesalkan kasus kematian tenaga medis akibat covid-19, yang kembali terulang. Kali ini, menimpa dokter yang tercatat bekerja di Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Tugu, Semarang.

Sebelumnya, dokter bernama Sang Aji Widi Aneswara tersebut, dirawat rumah sakit umum daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang, sejak 1 Juli 2020. Saat dirawat dinyatakan positif Covid-19, hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (6/7/2020) lalu.

“Ini merupakan kasus kedua meninggalnya dokter anggota IDI Kota Semarang akibat covid-19. Kasus sebelumnya, menimpa dr. Elianna Widiastuti, yang bekerja di Puskesmas Halmahera. Ironisnya, dr. Elianna ini merupakan saudara kandung dari dr. Sang Aji,” papar Ketua IDI Kota Semarang, dr Elang Sumambar di Semarang, Kamis (9/7/2020).

Ditambahkan, selain bekerja di Puskesmas Karanganyar, dr. Sang Aji juga tercatat sebagai relawan di rumah dinas walikota Semarang, yang selama ini digunakan sebagai tempat karantina kasus covid-19.

“Saat ini kita sedang lakukan penelusuran, bagaimana kasus ini bisa terjadi. Penelusurannya seperti. Ini yang harus kita lihat dari mana, sebab dalam bekerja mereka ini juga sudah menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengenakan baju hamzat atau APD,” lanjutnya.

Di satu sisi, dr. Elang kembali meminta agar pemerintah hingga pihak rumah sakit, puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya, untuk secara rutin melakukan rapid atau swab test, terhadap tenaga medis yang bekerja.

“Harapannya, dari rapid atau swab rutin yang dilakukan ini, bisa sejak dini ditemukan dan ditangani, sehingga tidak menularkan kepada yang lain. Termasuk saya minta, kepada seluruh tenaga kesehatan, untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dimana pun mereka berada, tidak terkecuali di lingkungan kerja dan di rumah,” tegas Elang.

Ia menyebut, saat ini virus covid-19 masih mengancam siapa pun. Bahkan jika melihat kasus yang ada saat ini, penyebarannya justru semakin masif.

“Untuk itu, protokol kesehatan harus dipatuhi untuk semua pihak. Dimana pun tanpa terkecuali,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam, memaparkan, pihaknya memastikan seluruh tenaga medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk dokter umum dan dokter gigi se-Kota Semarang, sudah melakukan test swab.

“Sementara, bagi dokter di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), test swab difasilitasi oleh rumah sakit masing-masing. Hal ini dilakukan, dengan harapan selain mencegah penyebaran covid-19, juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat agar tidak perlu takut memeriksakan diri ketika sakit di fasilitas kesehatan yang ada,” jelasnya.

Pihaknya juga ikut menyesalkan kejadian penularan covid-19, yang merenggut nyawa tenaga medis, yang selama ini menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan covid-19.

“Mudah-mudahan ini menjadi kasus terakhir, kematian tenaga medis akibat tertular covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...