Teknik HFR Diklaim Kurangi Efek Negatif Cuci Darah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Teknik HemodiaFiltration with Endogenous Reinfusion (HFR), dinyatakan mampu mengurangi dampak negatif pada proses cuci darah pasien yang berarti akan memberikan kenyamanan lebih bagi para pasien yang harus rutin melakukan cuci darah. 

General Practitioner RS Yarsi, dr. Ainun Mardhiah, menjelaskan teknik HFR merupakan teknik hemodialisa yang menggabungkan hemodialisis dan hemofiltrasi.

“Hemofiltrasi ini adalah pencucian darah dari sisa metabolisme dengan proses difusi, ultrafiltrasi dan konveksi,” kata Ainun saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

General Practitioner RS Yarsi, dr. Ainun Mardhiah, saat dihubungi, Selasa (14/7/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Pada hemodialisis konvensional, lanjutnya, terjadi proses difusi dan ultrafiltrasi untuk molekul dengan BM rendah.

“HD konvensional memiliki keterbatasan ultrafiltrasi untuk molekul dengan BM sedang dan berat. Sedangkan hemofiltrasi (HF) mempunyai tingkat ultrafiltrasi yang tinggi untuk molekul dengan BM sedang dan berat. Dengan menggabungkan kedua proses tersebut, akan terjadi ultrafiltrasi pada molekul dengan BM tinggi tanpa meninggalkan proses difusi,” ujarnya.

Yang menjadi indikasi pasien membutuhkan HD HFR, menurut Ainun adalah jika pasien mengalami malnutrisi, Aterosklerosis atau inflammasi.

“Dengan menggunakan HD HFR, tidak banyak membuang protein. Sehingga tidak memberi pengaruh pada pasien malnutrisi. Dan, dengan proses penjernihan darah pada molekul dengan berat molekul tinggi, maka mengurangi risiko peradangan dan potensi komplikasi intradialis juga berkurang,” urainya.

Waktu yang dibutuhkan untuk menjalani proses HD HFR ini, menurut Ainun tidak berbeda dengan HD Konvensional.

“Untuk menjalani proses HD HFR, ini bisa berkonsultasi dahulu dengan dokter penanggung jawab. Jika memang membutuhkan, di RS Yarsi bisa menerima. Selama memang ada surat rujukan. Ini juga berlaku bagi pasien cuci darah yang sedang melakukan perjalanan, untuk jangka waktu yang melewati jadwal cuci darah,” ucapnya.

Ia memaparkan, saat pasien HD datang, pertama kali pasien HD harus berkonsultasi dengan nefrolog RS Yarsi.

“Jika memang ACC, maka nanti akan diarahkan untuk ke ruang HD HFR dengan membawa surat HD Rujukan atau biasa dikenal dengan HD Travelling. Tidak rumit kok prosesnya,” pungkasnya.

Lihat juga...