The Plegia Kampanyekan Harapan Bagi Penyandang Lumpuh dan Stroke

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANJARNEGARA — Kiprah anak-anak muda dan para tenaga medis di bawah bendera The Plegia ini patut diacungi jempol. Mereka mengkampanyekan harapan bagi para penderita lumpuh serta stroke untuk bisa kembali beraktivitas, minimal bisa hidup mandiri.

“Harapan itu sesuatu yang sangat mahal harganya bagi orang yang sedang terpuruk, bisa dalam kondisi sakit yang tak kunjung sembuh, bisa juga dalam kondisi terdesak lainnya. Kami mencoba memberikan harapan untuk orang-orang yang menderita lumpuh atau stroke, dimana mereka seolah sudah tidak mempunyai semangat untuk sembuh,” kata Ketua The Plegia, Nugroho Purbohandoyo, Sabtu (11/7/2020).

Harapan yang dimaksudkan Nugroho adalah proses pendampingan hingga pengobatan bagi mereka, sampai mereka mengalami perkembangan kesehatan yang signifikan atau maksimal. Misalnya untuk penderita lumpuh yang semua hanya bisa terbaring, dilakukan pendampingan, pengobatan serta terapi sampai bisa duduk atau berjalan.

“Konsepnya pendampingan sampai paripurna, begitu yang selalu ditekankan oleh pendiri The Plegia. Sehingga orang tersebut betul-betul merasakan manfaat dari proses pendampingan kita dan tumbuh semangat untuk bisa sembuh,” tuturnya.

Sampai saat ini ada puluhan relawan dan tenaga medis yang tergabung dalam The Plegia. Sejak didirikan tahun 2019 lalu dengan berkantor di kompleks parkir Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara di Jalan Raya Bawang KM 8, komunitas ini sudah melakukan pendampingan sampai paripurna terhadap 25 orang lebih. Mereka semua berasal dari kalangan kurang mampu dan mengalami kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan.

“Jadi pendampingan yang kita lakukan tidak sekedar hanya bantuan sembako ataupun alat bantu saja, tetapi pendampingan sampai mereka bisa mandiri, minimal tidak lagi merepotkan orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, inisitor The Plegia, dr Agus Ujianto menambahkan, awal mula ia tergerak mendirikan The Plegia ini, karena melihat banyak orang yang dalam kondisi sakit dan sudah sampai pada titik putus asa. Seolah mereka hidup hanya merepotkan keluarganya, padahal dari sisi ekonomi, kehidupan keluarganya juga serba kekurangan.

“Banyak orang yang sakit dan sudah sampai pada titik kuldesak, mereka putus asa dan tidak lagi mempunyai harapan. Kondisi tersebut, akibat kurangnya pengetahuan mereka tentang penyakit yang dideritanya dan pengetahuan tentang kesehatan. Ditambah dengan kesulitan ekonomi yang membelit. The Plegia hadir untuk mereka, dengan memberikan akses pemeriksaaan kesehatan, kondisi mereka bisa tertangani secara medis. Mereka juga kita berikan pengetahuan seputar penyakitnya dan kemungkinan untuk sembuh,” terangnya.

Lihat juga...