TMII Kelola Sampah Jadi Kompos

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Manager Tata Lingkungan TMII, Sandi Winata, ditemui di ruang kerjanya di TMII, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Foto: Sri Sugiarti.

Namun demikian ungkap dia, di tengah pandemi Covid-19 ini dengan adanya pembatasan pengunjung, maka volume sampah di TMII juga mengalami penurunnya.

Semua petugas kebersihan menyisir ke seluruh titik-titik yang telah ditentukan untuk dibersihkan. Dua truk sampah milik pengelola TMII pun siap mengangkut sampah-sampah tersebut.

Kepala Bagian Kebersihan TMII, Wirwan, ditemui di ruang kerjanya di TMII, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Foto:Sri Sugiarti.

Menurutnya lagi, masa pandemi Covid-19 dengan menurunnya sampah pengunjung, maka dimanfaatkan untuk lebih menata pohon-pohon yang ada di kawasan TMII.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, ada di area TMII, tepatnya di samping masjid Sunan Kalijodo di kompleks padepokan atau perumahan karyawan TMII.

“Sampah dibuang di sana, sebagian lagi dibuang ke Bantar Gebang. Sampah-sampah yang dibuang ke TPS milik TMII dibuat kompos. Ya saat ini kebanyakan sampah daun dan rating,” ujarnya.

Sampah daun dan ranting yang terkumpul di TPS itu, jelas dia, kemudian dicacah dengan menggunakan mesin. Setelah halus kemudian dicampurkan dengan media tanah, didiamkan, hingga menjadi kompos.

Kompos yang sudah jadi dimanfaatkan untuk pemupukan tamanan dan pohon-pohon yang ada di kawasan TMII.

“Jadi komposnya kita manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan TMII, sebagai pupuk bagi tanaman dan pohon,” tukasnya.

Apalagi kata Sandi menambahkan, pemerintah DKI Jakarta telah mencanangkan kebijakan bahwa 25 persen sampah di kawasan wisata atau perusahaan besar itu harus diolah oleh pengelola kawasan tersebut.

Lihat juga...