Tommy Soeharto Meminta Peserta Munaslub untuk Check-out

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Usai dibubarkannya kegiatan yang dinamakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) oleh Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, terlihat ada pemindahan berkas-berkas dari ruang pertemuan.

Tindakan ini juga diikuti dengan semakin sepinya ruang pertemuan dan area lobby Grandkemang Hotel Jakarta.

Sebelumnya, Tommy Soeharto menyatakan pengambilan tindakan pembubaran kegiatan ini belum selesai hingga semua peserta keluar dari hotel.

“Semua peserta yang ada di hotel, harus keluar dari hotel hari ini. Untuk pengurusannya, kami serahkan kepada masing-masing ketua umum untuk mengurus dengan pihak hotel,” kata Tommy saat menghadiri pembubaran acara yang dinamakan Munaslub di Grandkemang Hotel Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Saat dikonfirmasi dengan pihak hotel, General Manager Grandkemang Hotel Jakarta Bernhard Kammelohr menyatakan bahwa acara sudah dihentikan.

“Untuk alasannya, itu harus ditanyakan kepada panitia, bukan kepada kami pihak hotel,” ujarnya.

Suasana pengamanan di area masuk lobby Grandkemang Hotel Jakarta, Sabtu (11/7/2020) – Foto Ranny Supusepa

Ia menyatakan bahwa pihak hotel hanyalah sebagai pemberi sewa tempat.

“Untuk keterangan resmi, silahkan bertanya ke panitia,” ujarnya sambil menyatakan tidak boleh ada kegiatan foto di lobby.

Terkait surat-surat yang diajukan pihak panitia sebelum menyelenggarakan kegiatan, ia meminta pihak media untuk mengkonfirmasi ke panitia juga.

Hingga pukul 14.30 WIB, para peserta Munaslub sudah tidak terlihat lagi di area hotel. Tapi, pihak hotel menolak untuk dikonfirmasi terkait status para peserta tersebut, apakah masih check-in atau sudah check-out.

Terpantau juga beberapa anggota dari pihak kepolisian, yang melakukan pengecekan pada orang-orang yang duduk atau berdiri berkelompok, untuk mengetahui apakah termasuk peserta Munaslub atau bukan.

Beberapa orang yang menyatakan mereka utusan dari daerah Sulawesi, tanpa mau menyebutkan nama, menyatakan mereka sebenarnya berharap acara ini bisa berjalan.

“Ini harusnya jalan, karena untuk kebaikan partai,” kata mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak panitia penyelenggara Munaslub yang bisa dihubungi. Begitu pula halnya dengan Wakil Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) Burhanuddin Andi Picunang.

Lihat juga...