Tommy Soeharto Resmi Pecat Tujuh Anggota Partai Berkarya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Tindak pembubaran Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar beberapa anggota Partai Berkarya oleh Tommy Soeharto beberapa hari lalu, diikuti dengan pengeluaran surat resmi pemecatan tujuh anggota dan pengurus Partai Berkarya yang terlibat dalam aksi tersebut.

Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, menyatakan, berdasarkan SK 106 tahun 2020, Partai Berkarya memutuskan untuk memberhentikan pengurus DPP Periode 2017-2022 dan memutuskan untuk memberhentikan secara tetap dari keanggotaan Partai Berkarya.

“Keputusan ini berlaku pada nama yang tercantum, yaitu Mayjen TNI (PURN) Muchdi Purwopradjono dengan jabatan Wakil Ketua Umum, Dr. H. Badaruddin Andi Picunang, ST, MM, MAP, MT, Hari Saputra Yusuf, SH, Sonny Pudji Sasono, SH, Abdul Halek Lubis, Gunthar HENRI Gamal Bachroemsjah, SH yang masing-masing adalah ketua dan Drs. EC. HJ. Ourida Seskania, selaku Wakil Bendahara Umum,” kata Priyo dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2020).

Keputusan pemberhentian baik sebagai pengurus DPP maupun anggota Partai Berkarya, seiring dengan pencabutan segala hak keanggotaan Partai Berkarya atas nama-nama tersebut di atas.

“Artinya, pihak-pihak tersebut dilarang menggunakan lambang-lambang, logo, atribut, bendera, pataka dan simbol-simbol Partai Berkarya dengan alasan apapun demi menghindari tuntutan hukum,” lanjutnya.

Surat Keputusan ini, menurut Priyo berlaku sejak ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan dirinya sebagai Sekjen Partai Berkarya. Yaitu pada tanggal 9 Juli 2020.

Beberapa waktu sebelumnya, Munaslub itu digelar, Priyo sudah menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan ilegal.

“Tindakan tidak sah dan melanggar AD/ART partai,” tegasnya.

Lihat juga...