Trash Hero Maumere Aktif Lagi Bersihkan Sampah di Pantai

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Komunitas Trash Hero yang terdiri dari para relawan peduli lingkungan di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali melakukan pembersihan sampah di pesisir pantai Desa Wairterang, Kecamatan Waigete.

Pembersihan sampah ini rutin dilakukan, agar kawasan pesisir pantai di Teluk Maumere yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Sikka bisa terbebas dari sampah, terutama sampah plastik.

“Sampah plastik masih banyak yang menumpuk di pesisir pantai di Teluk Maumere, sehingga harus rutin dibersihkan,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, kordinator Trash Hero Maumere, Rabu (1/7/2020).

Kordinator Trash Hero Maumere Kabupaten Sikka, NTT, Wenefrida Efodia Suailowati, saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/7/2020).Foto : Ebed de Rosary

Susi, sapaannya, menyebutkan usai musim hujan dan mulai memasuki pandemi Covid-19 aktivitas pemungutan sampah di pesisir pantai berhenti sementara.

Hal ini harus dilakukan, karena adanya imbauan pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, apalagi yang melibatkan banyak orang.

“Setiap kali melakukan pemungutan sampah, kami melibatkan para relawan dari berbagai profesi. Kalau di Wairterang, kami biasa melibatkan anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama,” ungkapnya.

Susi menyebutkan, kegiatan pada Sabtu (27/6/2020) lalu, dilakukan melibatkan anak-anak SD di Desa Wairterang, dan para relawan dari berbagai komunitas di Kota Maumere.

Dirinya mengaku, masih banyak sampah plastik yang ditemukan di pesisir pantai berjumlah belasan karung, dan sampah-sampah tersebut kemudian dibawa ke Kota Maumere.

“Sampah yang kami pilih semuanya dibawa ke kantor Bank Sampah Flores di Maumere. Nantinya sampah tersebut dipilah untuk diolah menjadi aneka kerajinan tangan yang bernilai jual,” ungkapnya.

Masih banyaknya warga yang belum peduli kebersihan dan membuang sampah sembarangan di kali maupun di jalan, membuat sampah akan terbawa ke laut. Saat hujan, sampah akan terbawa air ke laut sehingga akan mencemari lingkungan, terutama ekosistem laut dan bisa menjadi makanan ikan dan biota laut.

“Banyak ikan yang mati karena mengkonsumsi sampah plastik. Sampah juga akan tersangkut di karang dan bakau, sehingga menghambat pertumbuhannya sehingga kami rutin seminggu sekali pilih sampah di pesisir pantai,” sebutnya.

Rosalia Hlide, salah anak sekolah yang juga relawan, mengaku senang bisa berpartisipasi. Lia, sapannya, mengaku selesai kegiatan pemungutan sampah, anak-anak diajari tentang menjaga kebersihan dan alasan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Anak-anak sekolah diajari mengenai  kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta dampaknya kalau sampah terbawa ke laut. Juga diajari mengolah sampah plastik menjadi tas dan piring yang mudah dibuat sendiri,” ungkapnya.

Lihat juga...