Umat Katolik Lamsel Tetap Gelar Ibadah Keluarga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Umat Katolik di Lampung Selatan (Lamsel) tetap gelar ibadah keluarga pada masa kenormalan baru atau new normal masa pandemi Covid-19. Aloysius Rukun Haryoto, tokoh agama di stasi Santo Petrus dan Paulus, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut ibadah belum menggunakan fasilitas gereja.

Meski pada sejumlah gereja di wilayah keuskupan Tanjung Karang ibadah perayaan Ekaristi telah digelar, sebagian memilih melakukan ibadah keluarga. Ibadah keluarga dilakukan hanya dihadiri oleh sejumlah umat yang berasal dari satu rukun tetangga (RT) tanpa melibatkan umat dari stasi lain.

Keputusan melakukan ibadah di gereja menurut Aloysius Rukun Haryoto sempat akan dilakukan pada Sabtu (13/6/2020) silam. Namun dinamika kondisi umat Santo Petrus dan Paulus yang berasal dari sejumlah desa membuat ibadah di gereja ditunda. Pertimbangan pastor paroki menjadi dasar pelaksanaan ibadah keluarga jadi pilihan bagi umat.

“Kami telah melakukan konsultasi dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19,karen gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus memiliki umat mencapai ratusan orang opsi pembagian jadwal Ekaristi akan dilakukan dua shift namun masih wacana,” terang Aloysius Rukun Haryoto saat ditemui Cendana News, Minggu (5/7/2020)

Pelaksanaan ibadah di gereja menurut Aloysius Rukun Haryoto mengacu pada protokol kesehatan yang ditentukan. Semula ibadah akan dilakukan dengan pembatasan anak anak dan orang lanjut usia (lansia) sementara belum diperbolehkan ibadah di gereja. Sebagai solusi untuk tetap menjalankan kewajiban ibadah Minggu, ibadah keluarga bergantian rutin dilakukan.

Ibadah keluarga bergantian dilakukan terjadwal setiap hari Minggu diikuti oleh maksimal 10 orang. Sistem kelompok kecil atau sel lebih efektif menerapkan protokol kesehatan. Setiap rumah yang akan digunakan sebagai lokasi tempat ibadah diwajibkan menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun. Umat yang datang wajib memakai masker dan dilakukan pengaturan tempat duduk.

“Umat tetap rindu untuk ibadah di gereja namun kondisi gereja lama yang sempit tidak memungkinkan, sementara gereja baru belum selesai dibangun,” paparnya.

Pelaksaan Ekaristi Minggu biasa XIV dengan live streaming digelar oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono, uskup keuskupan Tanjungkarang. Disiarkan langsung dari Katedral Kristus Raja, Tanjungkarang umat yang hadir hanya dibatasi petugas liturgi dan warga sekitar. Bapa uskup menyebut bagi sejumlah gereja yang memiliki lokasi mendukung untuk ibadah new normal bisa dilakukan.

“Pada stasi yang jauh dari zona merah dan dipastikan umat hanya warga sekitar bisa menggelar ibadah dengan protokol kesehatan,” terang Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Keputusan pastoral keuskupan Tanjungkarang disebutnya mengikuti anjuran pemerintah dan gugus tugas Covid-19. Bagi umat yang tidak bisa datang ke gereja misa live streaming selalu disiarkan satu kali tiap hari Minggu. Meski masa pandemi Covid-19 belum berakhir dan masa new normal dijalankan ia menghimbau umat Katolik mengikuti protokol kesehatan saat berada di luar rumah.

Lihat juga...