UPI UMKM Diminta Mampu Jaga Kualitas Produk Perikanan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP), Nilanto Perbowo, meminta Unit Pengolah Ikan (UPI) skala UMKM di Indonesia mampu mempertahankan kualitas mutu.

Hal tersebut menyusul tingginya permintaan produk perikanan saat ini, bahkan menjadi bahan pangan yang paling dicari konsumen di masa pandemi Covid-19, lantaran kandungan gizinya diyakini mampu meningkatkan imunitas.

Sustainable environment harus dijaga dan seimbang dengan kesinambungan bisnisnya, mengingat keberlimpahan ketersediaan sumber daya ikan di setiap daerah,” ungkap Nilanto di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Ditegaskan, produk kelautan dan perikanan yang dihasilkan UPI skala UMKM harus bisa menjawab tantangan ikan yang bersifat perishable. Caranya dengan memanfaatkan teknologi untuk menjamin kualitas ikan, atau mengolah ikan menjadi produk makanan yang enak dan bergizi.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP), Nilanto Perbowo. -Foto: M Amin

“Contoh ikan lele. Mudah dibudidayakan dan memiliki keunggulan dari sisi ekonomi. Ikan lele memiliki nilai tambah dari diversifikasi produk turunan yang dihasilkannya, seperti abon, keripik kulit, dendeng ikan lele, dan pastel abon,” pungkas Nilanto.

Dikatakan, salah satu UPI skala UMKM yang sukses mendiversifikasi ikan menjadi produk bernilai ekonomi adalah UMKM Al Fadh, atau Poklahsar KWT Ngudi Mulyo yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah.

UMKM tersebut berhasil mengolah ikan lele menjadi 30 jenis produk makanan yang telah memiliki izin edar P-IRT, Halal dan SNI.

Nilanto berharap, produk kelautan dan perikanan yang diproduksi UPI skala UMKM bisa berkontribusi dalam perekonomian negara, dan menjadi bagian dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang telah dicanangkan Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020.

Sementara itu, Penasehat Menteri KKP Bidang Daya Saing dan Peningkatan Nilai Tambah Industri Kelautan dan Perikanan, Rina Sa’adah, mengatakan pilihan usaha mikro farming atau budi daya ikan skala mikro, urban farming atau budi daya ikan di masyarakat perkotaan bisa menjadi pilihan usaha karena mudah diterapkan.

Dikatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusung program yang mengutamakan kelestarian sumber daya alam, daya saing, mutu dan keamanan pangan. Peluang tersebut menjadi peluang bagi 60 ribu lebih Unit Pengolah Ikan (UPI) skala UMKM di Indonesia.

Lihat juga...