Usaha Kuliner di Lamtim Terus Bertahan di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah tempat usaha kuliner di Lampung Timur (Lamtim) tetap bertahan selama pandemi Corona atau Covid-19. Hasan, pedagang makanan ringan di Jalan Lintas Timur, Desa Muara Gading Mas menyebutkan, usaha kuliner di wilayah tersebut tetap berjualan. Oleh oleh yang dijual meliputi kerupuk ikan, kerupuk singkong dan berbagai ikan asin.

Hasan juga menyebut menjual sejumlah produk kuliner jenis otak otak, pempek dan sejumlah produk olahan ikan. Meski alami penurunan omzet penjualan usaha kuliner miliknya tetap berjalan dengan normal. Pada kondisi normal akses jalan penghubung antar kabupaten kerap ramai oleh pengendara yang melintas. Lokasi strategis membuat ia tetap mempertahankan usaha yang ditekuninya.

Produk olahan ikan disebutnya jadi salah satu produk kuliner yang bisa bertahan selama pandemi Corona. Sebab bahan baku ikan mudah diperoleh dari nelayan yang sandar di pusat pendaratan ikan Labuhan Maringgai.

Meski tetap bertahan hasil penjualan oleh oleh tetap menjadi sumber penghasilan baginya. Produk oleh oleh sebagian dijual seharga mulai Rp10.000 hingga Rp40.000 per kemasan.

“Usaha kuliner yang menjadi kebutuhan pokok tetap bisa bertahan meski tahun ini tidak ada kegiatan mudik lebaran yang berimbas menurunkan hasil penjualan namun tetap ada saja yang beli,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Sabtu (11/7/2020).

Hasan juga menyebut ia tetap bertahan menjual produk kuliner karena berada di akses jalur wisata alam dan religi. Di lokasi tempat ia berjualan merupakan akses menuju ke objek wisata mangrove Srimonosari dan makam Habib Husein Alidrus.

Selain di Muara Gading Mas, usaha kuliner berkonsep cafe di Jalan Lintas Timur tetap bertahan. Linda, pramusaji di cafe Kitchen Mantan di Desa Way Areng, Kecamatan Mataram Baru menyebut buka kembali sejak awal Juni.

Sebelumnya saat masa pandemi Covid-19 usaha cafe penyedia sejumlah kuliner sempat dilarang operasi. Sebab cafe kerap menjadi sumber keramaian.

“Usaha cafe sempat tutup imbas Corona dan setelah diperbolehkan buka kembali pengunjung mulai sepi,” beber Linda.

Saat awal mulai dibuka pada masa adaptasi kenormalan baru atau new normal kunjungan hanya puluhan orang. Memasuki awal Juli jumlah kunjungan mencapai 100 orang per hari.

Pengunjung yang datang menurutnya dianjurkan tetap menjaga jarak, mencuci tangan. Beroperasinya cafe di perlintasan Jalan Lintas Timur ikut mendukung peningkatan sektor ekonomi bidang kuliner.

Lihat juga...