Warga Lamsel Gencar Tanam Pohon Produktif Bernilai Ekonomi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Penanaman sejumlah pohon produktif bernilai ekonomis tinggi terus digencarkan warga Lampung Selatan (Lamsel).

Komarudin, penyedia bibit puluhan jenis tanaman menyebut menyediakan sebanyak 500.000 bibit tanaman. Bibit yang disiapkan meliputi pule, mahoni, petai, jengkol, kemiri, pinang, sengon, cempaka, waru gunung, cengkeh.

Penyiapan benih mahoni dari biji untuk disemai pada polybag, Rabu (15/7/2020) – Foto: Henk Widi

Jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi penghasil buah dan kayu jadi pilihan masyarakat. Memiliki bibit tanaman dengan usia enam bulan dengan ketinggian mencapai 30 cm menunggu proses distribusi.

Peminat bibit tanaman untuk kebutuhan penanaman skala kecil dan besar terkendala pandemi Covid-19. Selain sebagai tanaman produktif sejumlah pohon jadi sarana konservasi.

Jenis bibit tanaman yang disemai menurut Komarudin berasal dari benih bersertifikat. Sebab setiap benih yang akan disemai wajib memperoleh sertifikat uji mutu. Sumber benih yang bersertifikat menurutnya akan memberikan hasil bibit bermutu dengan pertumbuhan cepat dan produktif. Salah satu bibit yang kerap diminta berupa pohon mahoni.

“Jenis pohon mahoni memiliki kemampuan untuk tumbuh pada lahan kurang subur namun akan mampu menahan longsor dengan perakaran yang kuat, kerap digunakan sebagai tanaman peneduh dan hasil buahnya memiliki nilai jual tinggi,” terang Komarudin saat ditemui Cendana News, Rabu (15/7/2020).

Permintaan bibit tanaman menurut Komarudin meningkat saat memasuki bulan Juni. Kondisi cuaca yang mendukung dengan curah hujan merata sangat tepat digunakan untuk proses penanaman.

Sebagian petani yang menanam mahoni disebutnya mulai bisa memanen tanaman tersebut pada bagian buah. Sejumlah tanaman yang tua bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Buah mahoni dengan warna coklat menurutnya bisa dijual seharga Rp50.000 per kilogram. Biji yang memiliki rasa pahit kerap digunakan oleh pembuat jamu tradisional. Memiliki khasiat untuk menyembuhkan demam permintaan buah mahoni bisa mencapai belasan ton. Penanam pohon mahoni dominan memanfaatkan buah tersebut untuk sejumlah pabrik obat.

“Pesanan akan dikumpulkan untuk disortir sebagai bibit sebagian untuk bahan obat,” ujarnya.

Selain mahoni, permintaan warga paling banyak jenis cengkeh dan petai. Kedua jenis tanaman tersebut menjadi tanaman penanahan longsor namun memberi hasil buah.

Saat memasuki usia tiga tahun jenis bibit cengkeh silaut berkualitas akan mulai berbuah. Hasil tanaman cengkeh bisa memberi sumber pendapatan bagi petani pekebun. Penanaman bisa dilakukan pada area daerah aliran sungai.

“Warga mulai beralih melakukan penanaman pohon yang bisa menghasilkan buah sekaligus menjadi tanaman konservasi,” cetus Komarudin.

Komarudin bilang menekuni usaha penyediaan benih tanaman menjadi cara baginya mengajak warga menjaga lingkungan. Maraknya bencana banjir, longsor menurutnya sangat erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan.

Warga yang menanam pohon produktif diakuinya bisa membantu konservasi, mencegah longsor dan banjir dengan tetap memiliki penghasilan secara ekonomis.

Idi Bantara, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) mengaku upaya konservasi terus digencarkan. Ia mengajak pemangku kepentingan seperti Dinas Kehutanan, pemerintah desa dan unsur terkait melakukan penghijauan lingkungan. Berbagai jenis bibit menurutnya telah disiapkan sejak bulan Februari silam.

Idi Bantara (kiri),kepala BPDAS Way Seputih Way Sekampung menganjurkan penanaman pohon produktif pada lahan di sekitar Register 6 Way Buatan,Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu (15/7/2020) – Foto: Henk Widi

“Kami sediakan bibit pada lokasi Persemaian Permanen di Karangsari warga bisa meminta bibit secara gratis dengan membawa identitas diri dan sket luasan lahan,” terang Idi Bantara.

Pengembangan kawasan register yang menjadi hutan kemasyarakatan disebutnya menjadi potensi untuk penanaman pohon. Persemaian Permanen (PP) yang menyedikan sekitar 900.000 bibit didominasi tanaman kayu dan buah. Pada kawasan hutan register 6 Way Buatan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo ia menggencarkan penanaman pohon produktif.

Berbagai jenis pohon produktif meliputi jengkol, mangga, alpukat. Penanaman berbagai jenis tanaman buah menurutnya akan menjadi sarana untuk pengembangan agro wisata.

Sebagian wilayah Register 6 yang memiliki pantai dikembangkan jenis tanaman cemara dan ketapang. Tanaman tersebut efektif menahan abrasi dan tsunami untuk menyelamatkan daratan dari bencana.

Lihat juga...