Warga Lamsel Manfaatkan Libur Iduladha Untuk Berwisata

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Lebaran Iduladha 1441 Hijriah dimanfaatkan oleh masyarakat di Lampung Selatan untuk berlibur. Sejumlah objek wisata pantai, pun menjadi alternatif menikmati libur lebaran besar.

Rohmat, pengelola sekaligus ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, menyebut kunjungan mencapai ratusan orang, yang didominasi wisatawan domestik. Namun, sebagian wisatawan dari luar wilayah berniat menginap di pulau Mengkudu dengan memakai tenda jenis dome. Kondisi pantai yang jernih dan liburan panjang sejak Kamis (30/7) hingga Minggu (2/8), dimanfaatkan untuk berlibur ke objek wisata bahari.

Menurutnya, wisatawan memiliki alternatif untuk berkunjung ke pulau Mengkudu melalui jalur darat dan laut. Jalur darat yang digunakan bisa ditempuh menggunakan motor dan mobil. Sebagian wisatawan yang berniat melakukan kunjungan hanya sehari, memilih menggunakan jalur laut melalui ojek perahu. Pengelola telah menyiapkan ojek perahu bagian paket perjalanan wisata pulau Mengkudu.

“Wahana permainan berupa kano, perahu karet, rumah apung dan sejumlah spot foto serta suasana yang alami, menjadi pilihan wisatawan menikmati berlibur di pulau Mengkudu setelah selama tiga bulan lebih dilarang melakulan aktivitas wisata,” terang Rohmat, Jumat (31/7/2020).

Rohmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (31/7/2020). -Foto: Henk Widi

Reservasi bagi wisatawan yang akan mengunjungi pulau Mengkudu, menurutnya kerap dilakukan sepekan sebelumnya. Pemesanan tempat dilakukan untuk mempersiapkan saung dan tenda serta kebutuhan untuk konsumsi.

Sebagian wisatawan yang akan menginap akan diberi paket wisata menyesuaikan kebutuhan. Jika ingin disediakan konsumsi, pengelola telah dipersiapkan.

Kegiatan wisata di pulau Mengkudu saat Iduladha, menurutnya kerap diisi dengan barbeque atau pesta bakar daging di tepi pantai. Pengelola akan menyediakan menu daging yang dibakar sebagai menu khas bagi pengunjung.

Wisatawan yang berkunjung selama masa kenormalan baru tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak tetap diterapkan.

“Meski menawarkan wisata alam, namun destinasi pulau Mengkudu tetap mewajibkan pelaksanaan protokol kesehatan,” terang Rohmat.

Selain pulau Mengkudu, objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan terlihat di sejumlah pantai di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda. Sebagian pengunjung memanfaatkan waktu untuk menikmati daging kurban yang diolah dengan cara dibakar. Salah satu pantai yang berada di Bakauheni, di antaranya pantai Tanjung Tuha pasir putih dengan spot jembatan pelangi.

Ezranda, salah satu pengunjung di pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, menyebut liburan Iduladha dimanfaatkan untuk ke pantai. Objek wisata pantai, menurutnya menjadi alternatif bersama keluarganya untuk menikmati keindahan dan melepas kebosanan.

Setelah beberapa bulan tidak melalukan kegiatan wisata, ia memilih mengunjungi pantai yang bisa dijangkau dengan kendaraan.

“Suasananya masih alami, meski sebagian pantai telah mengalami proses reklamasi. Namun, jembatan pelangi masih bisa dinikmati,” terangnya.

Penghobi fotografi tersebut mengungkapkan, jembatan pelangi memiliki warna yang menarik. Dengan paduan jembatan dan pohon mangrove wisata alam bahari tersebut bisa menjadi sarana merelaksasi pikiran. Usai melakukan silaturahmi ke kerabat yang merayakan Iduladha dengan menikmati opor daging dan kuliner lain, ia berwisata ke pantai.

Eko Prapto, pengelola pantai Tanjung Tuha menyebut, sebagian wisatawan memilih menikmati suasana pantai. Namun sebagian pengunjung berniat untuk menyalurkan hobi memancing di sejumlah spot yang tersedia alami. Meski hari raya Iduladha, ia menyebut kunjungan cukup ramai karena sebagian wisatawan hanya memiliki waktu libur saat Iduladha untuk mengunjungi pantai.

Lihat juga...