Warga Sleman Berinvestasi Lewat Budidaya Burung Merak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Memelihara dan membudidayakan burung merak bisa menjadi salah satu pilihan berinvestasi di bidang peternakan yang sangat menguntungkan. Hal itu tak lepas karena harga jual yang terbilang sangat tinggi, yakni mencapai belasan hingga jutaan rupiah.

Salah seorang warga dusun Beteng RT 05 RW12 Margoagung Seyegan Sleman, Sumedi (38) berinvestasi dengan memelihara burung merak. Foto Jatmika H Kusmargana

Seperti dilakukan salah seorang warga dusun Beteng RT 05 RW12 Margoagung Seyegan Sleman, Sumedi (38). Lelaki yang memang hobi memelihara unggas ini mengaku sudah sejak setahun terakhir membudidayakan berbagai jenis burung merak di rumahnya.

“Selain karena hoby, saya memelihara merak juga untuk berinvestasi. Karena harganya cukup mahal. Sepasang merak remaja harganya bisa mencapai Rp15-20 juta sementara jika sudah dewasa bisa mencapai Rp45-50juta,” katanya kepada Cendananews.

Sumedi sendiri mengaku memiliki 3 jenis merak asal luar negeri. Seperti merak putih atau White Peacock, merak biru atau Blue Peacock serta merak blorok atau Blue Pied Peacock. Karena bukan merupakan hewan endemik atau asli Indonesia maka perijinan budidaya merak jenis tersebut lebih mudah.

Syarat untuk memelihara merak dikatakan cukup mudah. Pertama adalah menyiapkan kandang untuk merak. Kandang yang baik minimal berukuran 3x4x3 meter persegi per pasang. Selain di bagian bawah kandang wajib diberikan pasir, kandang juga mesti diberikan kayu sebagai tempat bertengger burung merak.

“Kandang juga sebaiknya menghadap ke timur. Sehingga bisa terkena matahari pagi. Matahari pagi baik untuk kesehatan burung merak karena bisa mengurangi virus penyakit serta menguatkan tulang merak. Yang terpenting itu kandang harus nyaman untuk si burung merak, tidak perlu mewah,” ungkapnya.

Untuk perawatan sehari-hari, dikatakan Sumedi, merak tidak jauh berbeda dengan unggas lainnya. Cukup diberikan makan rutin berupa pakan buatan seperti BR, sayur-sayuran, buah, seta biji-bijian.

“Yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang secara rutin. Agar burung merak tetap sehat. Penyemprotan disinfektan juga wahib dilakukan setiap minggu sekali,” ungkapnya.

Meski belum mendapatkan hasil dari menjual anakan, Sumedi mengaku sudah beberapa kali menjual merak peliharaannya dengan harga yang fantastis. Pasalnya harga merak yang dipeliharanya cukup mahal. Untuk jenis merak biru umur 6 bulan bisa mencapai Rp15-20 juta sepasang. Sedangkan jenis merak putih laku dijual Rp 35juta saat remaja dan Rp40-50juta saat dewasa.

“Sampai saat ini memang belum berproduksi. Karena usianya juga belum cukup. Namun tahun depan mudah-mudahan kemungkinan sudah bisa bertelur dan menghasilkan anakan,” pungkasnya

Lihat juga...