Warga Teluk Betung Masih Buang Sampah di Tepi Sungai

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Warga dekat aliran sungai Kali Akar, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Suratman, menyebut masih banyak warga membuang sampah di sungai.

Di dekat lokasi bendungan Kali Akar yang kini memiliki fasilitas jembatan gantung, tempat pembuangan sampah sementara, tetap beroperasi. Lokasi tersebut, menurutnya kerap menjadi tempat warga membuang sampah dan transit bagi petugas kebersihan. Keberadaan lokasi tempat pembuangan sementara, menghindari warga membuang sampah ke sungai.

Kebersihan Kali Akar dengan minimnya sampah plastik di sungai, sebut Suratman, mendukung kawasan itu menjadi tempat rekreasi. Sampah yang masih kerap terbawa aliran sungai sebagian tersangkut di pintu air, rutin dibersihkan. Meski larangan membuang sampah di sungai telah dipasang, aktivitas membuang sampah sulit dihentikan.

“Bagi warga di sekitar bendungan dan jembatan kali Akar, kesadaran meningkat, namun sebagian sampah dari hulu sungai yang merupakan perkampungan dengan panjang puluhan kilometer,” terang Suratman, saat ditemui Cendana News, Rabu (1/7/2020).

Suratman, warga di dekat kali Akar, Sumur Putri, Kelurahan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, kerap membersihkan sampah plastik yang terbawa di aliran sungai tersebut yang kerap dibuang warga di bagian hulu sungai, Rabu (1/7/2020). -Foto: Henk Widi

Kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, didukung oleh penyediaan tempat sampah sementara (TPS) portabel. Kotak sampah portabel berupa bak truk yang bisa diambil setiap sepekan sekali ketika muatan penuh.

Meski demikian, volume sampah yang kerap berlebih mengakibatkan sampah berserakan. Sampah plastik mendominasi sejumlah TPS  dan pembuangan sampah liar.

Pengurangan sampah di aliran sungai Kali Akar, menurutnya memperlambat proses sedimentasi. Sebab, saat musim penghujan selain sampah plastik di aliran sungai tersebut, pasir dan lumpur menutup di dekat bendungan. Pembersihan sedimentasi kerap dilakukan saat memasuki musim kemarau, ketika debit air mulai menyusut.

“Sebentar lagi masuk musim kemarau akan berdampak pada penyusutan debit air sungai, dan sampah berpotensi terlihat sehingga muda dibersihkan,” paparnya.

Penggunaan kemasan plastik sebagai penyumbang sampah, diakui Rusmiati, pedagang di pasar Kangkung,Teluk Betung. Ia menyebut hampir semua produk makanan saat ini memanfaatkan plastik sebagai kemasan. Sebagai upaya mengurangi penggunaan sampah plastik, ia kerap memakai kemasan dari daun pisang dan kertas yang mudah terurai.

Sosialisasi pengurangan sampah plastik, menurutnya telah dilakukan setahun silam. Sejak 1 Juli 2020, telah diberlakukan penggunaan kemasan kantong plastik berbayar di pusat perbelanjaan. Sebagian pelanggan kerap telah membawa kantong kain dari rumah untuk meminimisir pembelian kantong plastik.

“Masih sulit bagi masyarakat mengurangi penggunaan sampah plastik, karena dianggap praktis habis pakai bisa langsung dibuang,” terangnya.

Bagi sejumlah pedagang di pasar tradisional, penggunaan kemasan plastik dikurangi dengan alternatif kemasan lain. Sejumlah warga memilih memanfaatkan wadah dari bambu berwujud keneron dan tas kain. Penggunaan tas kain bisa dilakukan secara berulang, sehingga meminimalisir sampah plastik.

Nory, salah satu konsumen di pusat perbelanjaan hypermart di Jalan Kartini, Bandar Lampung, mengaku harus membayar kantong plastik. Saat membeli kebutuhan pokok sayuran, buah dan beras, kantong plastik dibebankan padanya. Meski membayar Rp200, ia menyebut dengan jumlah barang yang dibeli cukup banyak, ia bisa mengeluarkan Rp10.000 hanya untuk kantong plastik.

“Kasir menjelaskan, bahwa mulai 1 Juli semua kantong plastik berbayar, karena tidak tahu saya tidak membawa kantong kain dari rumah,” cetusnya.

Nory menyebut, penggunaan kantong plastik berbayar memberinya kesadaran untuk membawa kantong sendiri dari rumah. Langkah membawa kantong kain yang bisa dilipat memudahkannya untuk berbelanja. Ia juga tidak harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli kantong plastik. Penggunaan kantong kain sekaligus meminimalisir sampah plastik yang dibuang ke kotak sampah.

Lihat juga...