4 Mitos Seputar Gigi yang Tidak Boleh Dilakukan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gigi merupakan salah satu organ krusial dalam kehidupan manusia. Tidak hanya berkaitan langsung dengan kesehatan invidu terkait, tapi juga terkait pada estetika atau penampilan seseorang.

Dalam proses perawatan gigi ini, drg, Anugrah Prayudi Raharjo  menyebutkan ada banyak mitos-mitos yang berkembang di masyarakat dan dipercaya sebagai suatu kebenaran.

Aspirin yang ditempelkan di gigi bisa menyembuhkan sakit gigi

“Ini mitos. Aspirin itu adalah obat oral yang untuk mendapatkan khasiatnya harus diminum, Ditumbuk lalu ditempelkan ke gigi yang sakit, sama sekali tidak menyembuhkan sakit gigi yang ada,” kata drg Yudi.

Tidak perlu datang ke dokter gigi kalau tidak sakit gigi

“Ini jelas-jelas mitos. Pemeriksaan gigi itu harus dilakukan secara rutin untuk mencegah keluhan yang lebih berat. Selain itu, gangguan awal pada gigi itu biasanya terjadi dalam bentuk kecil yang terkadang tidak terlihat oleh orang yang punya gigi. Sehingga dibutuhkan bantuan orang lain untuk melihat gangguan awal pada gigi ini, ya tentu saja, orang ini adalah dokter gigi. Paling tidak, untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, perlu memeriksakan sekali dalam enam bulan,” ucapnya.

drg. Anugrah Prayudi Raharjo saat talkshow online yang diselenggarakan oleh RS YARSI Jakarta, Rabu (26/8/2020). -Foto Ranny Supusepa

Gula menyebabkan sakit gigi

“Yang menyebabkan sakit gigi itu adalah bakteri. Jadi yang menjadi masalah bukan gulanya tapi kebiasaan menjaga kebersihan gigi dengan berkumur dan menyikat gigilah yang menjadi masalah utama. Walaupun memakan atau meminum sesuatu yang mengandung gula tapi setelahnya menyikat gigi dengan benar, ya inshaallah tidak akan ada gangguan pada gigi. Apalagi kalau rajin memeriksakan gigi. Ada plak atau bolong kecil bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Ibu hamil tidak boleh memeriksakan gigi

“Ini mitos yang sering banget disampaikan oleh orang-orang. Padahal menjaga kesehatan gigi itu sangat penting, juga termasuk bagi ibu hamil. Pemeriksaan dapat dilakukan setelah kehamilan tri-semester pertama, karena saat tri-semester pertama ini kan seringnya mual. Takutnya jika dilakukan pemeriksaan akan menambah kemualan yang terjadi. Tapi setelahnya bisa dilakukan kok. Ini penting untuk mencegah timbulnya sakit gigi atau mulut yang parah. Kan repot kalau tiba-tiba mau lahiran, eh sakit gigi,” pungkasnya.

Lihat juga...