46 Hektare Lahan Waduk Napun Gete di Sikka Belum Dibayar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pembangunan Waduk Napun Gete di Desa Ilimedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan pada lahan seluas 161 hektare namun hanya 145 hektare atau 224 bidang tanah saja yang diberikan ganti rugi kepada pemilik lahan.

Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat meninjau pembangunan Waduk Napun Gete bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Rabu (5/8/2020). Foto : Ebed de Rosary

Sisanya sebanyak 16 hektarenya merupakan daerah aliran sungai sehingga berdasarkan undang-undang merupakan tanah negara yang tidak boleh diberikan ganti rugi oleh pemerintah.

“Masih tersisa 23,8 hektare yang belum dibayarkan dengan total dana mencapai Rp9,4 miliar lagi,” kata Camat Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, Antonius Jabo Liwu, Rabu (5/8/2020).

Tonce sapaannya mengatakan, sebanyak 27 bidang tanah tersebut sudah dilakukan pengukuran dan verifikasi oleh tim appraisal dan telah final sehingga tinggal menunggu pembayaran saja yang diperkirakan September 2020 nanti.

Sementara itu lanjutnya, ada penambahan sebanyak 22,86 hektare atau 28 bidang yang sedang dalam pengukuran akibat longsor saat pembangunan serta relokasi jembatan, relokasi kampung dan lokasi bangunan fasilitas.

“Masih ada 65 rumah di Dusun Enakter yang belum mendapatkan ganti rugi. Kita harapkan dalam waktu dekat bisa segera dibayarkan karena sudah selesai prosesnya oleh tim appraisal,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, dana untuk pembebasan lahan yang menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Sikka sebesar Rp16 miliar sudah dibayarkan semua.

Robi sapaannya katakan masih ada 65 kepala keluarga yang belum mendapatkan ganti rugi yang dananya berasal dari APBN sehingga diharapkan dalam waktu dekat bisa segera diselesaikan.

“Masih ada 65 kepala keluarga yang menunggu proses pembebasan lahan dan biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Pemda Sikka juga telah sediakan lahan 4 hektare untuk relokasi warga yang terdampak,” katanya.

Bupati Sikka mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan Waduk Napun Gete karena adanya bendungang ini bisa menjawab kebutuhan air bersih dan pertanian di Kabupaten Sikka.

Robi mengaku senang karena Waduk Napun Gete pasti selesai dan selama ini banyak persoalan dihadapi namun semua masalah bisa selesai. Meskipun Bulan November 2020 ditargetkan rampung pembangunannya, kata dia, namun warga berharap pembangunan bisa selesai tahun ini ataupun tahun depan.

“Kami masuk dalam 73 wilayah di Indonesia dengan angka stunting yang tinggi. Kehadiran bendungan bisa membantu ketersedian air bersih bagi masyafakat sehingga bisa membantu pencegahan stunting di Sikka,” ungkapnya.

Data yang diperoleh Cendana News menyebutkan, pembebasan lahan sudah berlangsung selama 4 tahap. Tahap pertama tahun 2017 seluas 23,4 hektare menggunakan dana APBD Sikka Rp8,8 miliar.

Pembayaran tahap kedua dengan dana APBD Sikka berlangsung tahun 2017 untuk lahan seluas 13,5 hektare menggunakan dana Rp3,9 miliar.Tahap ketiga tahun 2018 dengan sumber dana APBD Sikka sebesar Rp3,9 miliar untuk lahan seluas 16,5 hektare.

Tahap keempat menggunakan sumber dana APBN sebesar Rp29,8 miliar untuk lahan seluas 66,5 hektare sedangkan tahap kelima seluas 23,8 hektare menggunakan dana APBN Rp9,4 miliar direncanakan realisasinya bulan September 2020.

Lihat juga...