Ada Pedagang Positif, Pujasera Blok S Kebayoran Baru Ditutup

Relawan PMI melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan guna mencegah penularan COVID-19, Rabu (12/8/2020)  - Foto Ant

JAKARTA – Pusat jajanan serba ada (Pujasera) Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ditutup sementara. Hal itu dilakukan, setelah adanya konfirmasi sejumlah pedagang  positif COVID-19, dari hasil uji usap yang digelar akhir Juli 2020 lalu.

Camat Kebayoran Baru, Tommy Fudhihartono mengatakan, Pujasera Blok S ditutup sementara selama tiga hari. Penutupan dimulai 13 Agustus 2020, sampai dengan 15 Agustus 2020. “Kebijakan ini mengacu kepada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 51 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif,” jelas Tommy, Rabu (12/8/2020).

Sebelum penutupan Pujasera Blok S dilakukan, Muspika Kebayoran Baru terlebih dahulu berkoodinasi dengan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) yang mewadahi Pujasera.

Pihak kecamatan juga berembuk dengan Sudin PPKUKM, lurah, pengurus RT/RW, perwakilan pedagang, dan pengurus wilayah lainnya, seperti Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Dalam rembuk tersebut disampaikan, langkah penutupan harus dilakukan setelah hasil uji usap kepada pedagang telah keluar pada 29 Juli 2020. “Hasil uji usap ditemukan kasus positif COVID-19 pada empat orang pedagang di Pujasera Blok S, Kelurahan Rawa Barat,” tandas Tommy.

Saat ini pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 sudah menjalani perawatan di RS Duren Sawit, Jakarta Timur. “Ada satu orang pedagang sudah dipulangkan karena berdasarkan hasil uji usap terakhir dinyatakan negatif,” katanya.

Tommy mengharapkan, penutupan Pujasera Blok S selama tiga hari dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 di wilayah tersebut. Sehingga pada saat dibuka kembali di 17 Agustus 2020, pembeli dan pedagang bisa beraktivitas dengan aman.

Lurah Rawa Barat, Dedi Rohedi mengatakan, selama ditutup akan dilakukan sterilisasi serta penyemprotan disinfektan di Pujasera Blok S oleh kelurahan dan PMI. “Semua Loksem (lokasi sementara) dan area sekitar Pujasera Bloks S disterilisasi dan dilakukan penyemprotan,” kata Dedi.

Kepala Seksi KUKM, Sudin PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Selatan, Andriyantono menambahkan, setelah dilakukan penutupan, pihaknya mengajak semua pedagang untuk melakukan kerja bakti massal pada 16 Agustus 2020. Kerja bakti tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan 3M, bertujuan untuk membersihkan area sekitar Pujasera Blok S, agar kembeli steril dari penyebaran virus corona penyebab COVID-19. “Hal tersebut dilakukan sebelum para pedagang berjualan kembali pada Senin, 17 Agustus 2020,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...