Akses Menuju Danau Sentarum di Perbatasan Indonesia-Malaysia Mulai Digarap

 Longsor yang terjadi di puncak Genting Lanjak menutupi ruas jalan menuju Danau Sentarum dan perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Batang Lupar, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Foto Dok Ant

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, tahun ini membangun ruas jalan Lanjak – Kedungkang, Kecamatan Batang Lupar. Jalan yang merupakan akses menuju kawasan wisata Danau Sentarum, di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia.

Pembangunan jalan di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp7 miliar. “Ruas jalan itu sudah di lelang tinggal pelaksanaan pekerjaan mulai dari pengaspalan, dan pembuatan jembatan,” kata Kepala Dinas Penataan ruang dan Cipta Karya Kapuas Hulu, Nusantara Gawat, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (12/8/2020).

Ruas jalan Lanjak – Kedungkang merupakan satu diantara delapan ruas jalan, yang ditangani Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Kapuas Hulu. Menurutnya, tahun ini juga di daerah perbatasan akan di bangun ruas jalan Telutuk – Sekubang, Kecamatan Empanang. “Ada delapan ruas jalan yang kami tangani tahun ini, ada yang sudah selesai lelang ada yang tahap kontrak tinggal pelaksanaan pembangunan,” rinci Gawat.

Dikatakan Gawat, dari delapan ruas jalan yang dibangun melalui Dinas Penataan ruang dan Cipta Karya Kapuas Hulu, total anggarannya lebih dari Rp19 miliar. Ada delapan ruas jalan, yaitu ruas jalan Penai – Silat Hilir dengan anggaran sebesar kurang lebih Rp500 juta, jalan Muara Tawang – Suhaid sebesar Rp600 juta lebih, ruas jalan Nanga Awin – Keren Nangka Putussibau Utara sebesar Rp2 miliar lebih.

Kemudian ruas jalan Lanjak – Kedungkang Kecamatan Batang Lupar kurang lebih Rp7 miliar, ruas jalan lingkar pesantren jalan menuju Kantor Imigrasi Putussibau sebesar kurang lebih Rp900 juta, ruas jalan Lebak Najah Kecamatan Silat Hulu kurang lebih Rp400 juta. Ruas jalan dalam kota Sayut Kecamatan Putussibau Selatan dengan anggaran kurang lebih Rp500 juta, serta ruas jalan simpang gereja Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan. “Dari delapan ruas jalan itu ada yang masih proses lelang, tahap tanda tangan kontrak dan ada juga lelang ulang,” tandas Gawat.

Diharapkan, pekerjaan pembangunan delapan ruas jalan tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan, dan mengutamakan kualitas pekerjaan serat sesuai protokol COVID – 19. “Saya yakin pekerjaan delapan ruas jalan tersebut dapat diselesaikan sesuai aturan berlaku dan tidak kalah pentingnya yaitu keselamatan pekerja karena saat ini masih pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...