Atap Rumah Jadi Kebun Hidroponik, Warga Tangerang Untung Jutaan

TANGERANG — Rudi Berry dan Sutriani Kamal, Warga Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang mengubah atap rumah menjadi kebun hidropnik dan berhasil meraih keuntungan Rp5 juta pada masa panen setiap bulan.

“Awal mulanya, Oktober tahun lalu dapat bantuan satu blok wadah hidroponik dari kecamatan. Dari situ, saya terus pelajari dan kembangkan hingga saat ini punya 12 blok,” ungkap Rudi di Tangerang Selasa.

Ia menuturkan, sejauh ini hasil panen baru dipasarkan di sekitar lingkungan dan para UMKM di Kecamatan Ciledug. Pembeli, dapat memanen atau memilih sendiri sayuran yang diinginkan, dengan harga yang terjangkau Rp4 ribu per ikatnya.

“Di lingkungan dekat rumah dan UMKM aja, saya sudah kewalahan melayaninnya. Ditambah lahan budidaya saya terbatas. Jadi, belum berani jual ke lokasi lain,” katanya.

Diakui Berry, dengan telatenan berbudidaya sayuran hidroponik, Ia sukses memanen untung sekitar Rp5 juta setiap bulan.

“Memilih berbisnis hidroponik, buat saya menjanjikan. Selain lebih mudah, bercocok tanam hidroponik itu lebih efisien, hemat biaya, perawatannya tidak capek. Dan yang terpenting masa panennya lebih cepat dibanding bercocok tanam konvensional,” ujarnya.

Sementara itu, sang istri Sutriani Kamal, mencoba berinovasi dalam pengolahan sayuran hidroponik menjadi jus kemasan yang menyehatkan. Mencampurkan nanas dan madu. Sutriani, juga sukses berjualan jus pokcoy tanpa rasa atau aroma sayuran.

“Jus pokcoy yang saya buat baru-baru ini, ternyata banyak yang menggemari. Karena mereka bisa menikmati sayuran dengan sensasi yang berbeda. Sehari saya bisa produksi dan jual 20 hingga 50 botol,” kata Sutriani.

Selain untuk melayani konsumen, perkebunan hidroponik milik Rudi dan Sutriani, juga menjadi tempat belajar warga umum yang mau bercocok tanam dengan sistem hidroponik. [Ant]

Lihat juga...