Atasi Hipotensi, Lansia Dianjurkan Ngopi Empat Kali Sehari

Editor: Makmun Hidayat

BANJARNEGARA — Orang lanjut usia (lansia) dianjurkan untuk minum kopi minimal empat kali dalam sehari. Hal tersebut diperlukan untuk mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah yang sampai menyebabkan pusing hingga pingsan akibat otak tidak menerima darah dalam jumlah yang mencukupi.

Hal tersebut disampaikan dr Aditya Chandra Putra Sp.PD saat melakukan home visit dari tim medis Rumah Sakit (RS) Islam Banjarnegara ke Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (26/8/2020).

Dalam penjelasannya, dr Aditya mengatakan bahwa kopi sangat bagus untuk para penderita hipotensi, penyakit jantung, prostat dan kanker.

“Kopi yang dikonsumsi tanpa gula ataupun susu, mengandung antioksidan yang tinggi dan nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, natrium, magnesium dan lainnya,” jelasnya.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam tersebut, minum kopi sangat dianjurkan bagi lansia bahkan bisa empat gelas sehari, asal tubuhnya toleransi. Namun bagi penderita diabetes, dianjurkan untuk minum kopi tanpa gula.

Selain meminum kopi secara rutin, para lansia juga harus tetap melakukan olah raga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh, supaya otot tidak menjadi kaku. Dan yang tidak kalah penting yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung banyak serat.

Lansia yang dimaksudkan dr Aditya adalah orang yang usianya di atas 65 tahun. Pola hidup sehat dan makanan bergizi sangat diperlukan untuk menghindari stroke dan penyakit lainnya.

Sementara itu, ahli gizi RS Islam Banjarnegara, Pujiningsih mengatakan, lansia harus memperhatikan betul konsumsi makanan berserat setiap harinya. Dan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam bagi yang mempunyai riwayat penyakit darah tinggi.

“Untuk lansia yang tidak mempunyai penyakit berat, sebenarnya tidak ada pantangan makanan tertentu, hanya saja konsumsi garam sebaiknya dikurangi. Selain itu sangat disarankan untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan secara rutin seperti Prolanis ataupun Posyandu lansia,” tuturnya.

Terpisah, Direktur RS Islam Banjarnegara, dr Agus Ujianto SpB menyatakan, kegiatan home visit melalui program geriatri ini, merupakan program nasional yang selama ini telah berjalan, seperti Posyandu lansia di tingkat desa. Dan RS Islam Banjarnegara juga melakukan hal tersebut, dengan mengerahkan berbagai dokter spesialis dan ahli gizi untuk terjun ke desa-desa.

“Kita utamakan untuk desa-desa yang jauh dari fasilitas kesehatan, sehingga layanan dan informasi kesehatan kita dekatkan dengan mereka,” katanya.

Home visit dilaksankan di rumah salah satu warga, kemudian para lansia akan diundang untuk datang. Selain diberikan pemahaman tentang kesehatan, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan

Lihat juga...