Bahan Baku Lancar Sokong Eksistensi UMKM di Bandarlampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pasokan bahan baku hasil pertanian lancar sokong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bandar Lampung.

Sobirun, pedagang di pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebut pasokan hasil pertanian berasal dari Lampung Barat dan Lampung Timur. Pisang, ubi jalar, ubi kayu, labu jadi bahan pembuatan berbagai jenis kue kuliner.

Lancarnya pasokan hasil pertanian sekaligus mendukung eksistensi UMKM. Sejumlah usaha kue tradisional berbahan hasil pertanian mengolahnya menjadi keripik, simpok dan berbagai jenis makanan. Stok hasil pertanian dijual olehnya dengan harga mulai Rp4.000 per kilogram. Bahan baku tersebut akan memiliki nilai jual yang lebih setelah diolah.

Meski memasuki musim kemarau sejumlah produk hasil pertanian masih diperoleh dari petani. Peluang permintaan bahan baku paling banyak berupa pisang, singkong oleh pemilik usaha gorengan. Pasokan lancar memberi kesempatan pelaku UMKM tetap berjalan meski pandemi Covid-19.

“Pelaku UMKM sektor kuliner tetap eksis di Bandar Lampung karena bahan bakunya selalu tersedia setiap hari untuk diolah menjadi makanan bernilai jual lebih tinggi terutama dengan varian rasa dan tampilan menarik,” terang Sobirun saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/8/2020).

Memenuhi pasokan yang harus rutin Sobirun memilih menyediakan pisang dalam kondisi mentah dan matang. Jenis pisang mentah menurutnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan keripik. Sementara jenis pisang matang bisa digunakan untuk bahan pembuatan naga sari, gorengan dan sejumlah produk kuliner.

Muryati, pedagang kue tradisional mengaku membutuhkan berbagai jenis bahan baku pisang, singkong, ubi jalar. Ia kerap kesulitan mendapatkan bahan baku ketika musim kemarau. Namun tahun ini meski kemarau ia tetap bisa mendapatkan sejumlah bahan baku. Pasokan bahan baku lancar membuat usahanya tetap bertahan.

“Pembuatan berbagai jenis makanan tradisional tetap eksis dengan distribusi bahan baku dari pemasok,” terangnya.

Bahan baku hasil pertanian menurutnya hanya sebagai pelengkap. Sebab sejumlah bahan baku pembuat kue sebagian merupakan hasil olahan pabrik. Bahan olahan pabrik meliputi terigu, gula, pewarna hingga bahan untuk pengolahan seperti minyak goreng dan mentega.

Kue tradisional dijual olehnya di pasar Kangkung, Teluk Betung yang selalu ramai dikunjungi warga untuk berbagai jenis kebutuhan.

Produsen kuliner untuk oleh oleh bernama Lina menyebut sempat mengurangi pasokan. Sebab selama masa pandemi Covid-19 usaha gerai oleh-oleh di Jalan Pagar Alam, gang PU, Bandar Lampung sempat tutup tiga bulan.

Lina (kanan) pemilik usaha penjualan kuliner keripik di Jalan Pagar Alam, Gang PU Bandar Lampung melayani konsumen, Sabtu (15/8/2020) – Foto: Henk Widi

Ia memilih menjual sejumlah stok keripik berbagai rasa moka, pedas, balado, manis, gurih. Ia kembali memasok bahan baku sejak sebulan silam.

“Pasokan bahan baku cukup lancar namun saya sempat berhenti berproduksi karena penjualan sedang sepi,” paparnya.

Penjualan produk kuliner oleh-oleh menurutnya mulai meningkat seiring beroperasinya sejumlah objek wisata. Sebab pusat penjualan oleh-oleh mendapat konsumen cukup besar dari para wisatawan.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lampung seiring dengan operasional Tol Sumatera yang lancar. Kondisi tersebut ikut mempengaruhi kebutuhan bahan baku jenis pisang, singkong dan ubi jalar.

Lihat juga...