Bali Kehilangan 9,7 Triliun Tiap Bulan Akibat Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

DENPASAR — Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan, pandemi Covid-19 menyebabkan Bali mengalami kerugian hingga Rp9,7 triliun tiap bulannya sejak pandemi berlangsung. Sebagai daerah tujuan wisata utama, perekonomian Bali pun terkena dampaknya. Data BI menunjukkan pertumbuhan ekonomi Bali minus 1,14 persen. 

”Bahkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali menurun drastis hingga 99,99 persen untuk bulan Juni 2020,” ujarnya saat rapat Sistem Keamanan Hotel bersama rombongan dari POLRI di ruang rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (5/8/2020).

Untuk itu, Wabub yang akrab disapa Cok Ace ini merasa inilah saatnya bagi Bali untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya membangun kembali perekonomian Bali, terutama pada sektor pariwisata sebagai leading sector di Bali. Dikatakan, membangun pariwisata Bali pasca pandemi bukanlah hal yang mudah. Namun, tokoh pariwisata tersebut juga percaya di mana ada tantangan pasti juga ada peluang.

“Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia yang utama. Banyak sekali orang di luar sana yang rindu untuk merasakan kembali keindahan alam dan budaya Bali. Peluang ini dapat kita raih selama kita bisa memastikan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Bali mendapatkan perasaan aman dari risiko penyebaran virus COVID-19,” imbuhnya.

Cok Ace menambahkan, secara umum Bali siap menerima kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang. Menurutnya, Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di sektor pariwisata mengatur secara rinci pengelolaan wisata dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata sedang melakukan verifikasi pada usaha akomodasi, daerah tujuan wisata, transportasi, restoran, dan sebagainya yang telah memenuhi standar. Saya berharap Bali akan siap seratus persen sebelum dibukanya kembali pariwisata secara penuh awal bulan September nanti,”

Disampaikan, pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan berbagai upaya baik untuk mencegah penyebaran kasus positif COVID-19 maupun untuk meningkatkan rasio kesembuhan. Dikatakan, upaya pencegahan yang kita lakukan selama ini menunjukkan hasil yang membaik.  Menurut data statistik tim satgas COVID-19 Provinsi Bali per tanggal 3 Agustus 2020 tingkat kesembuhan dari pasien positif COVID-19 di Provinsi Bali adalah 85,7%.

Meski jumlah kasus positif di Bali masih bertambah, namun ia menambahkan jumlah pasien sembuh terus meningkat. Kinerja ini didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat lokal.

“Bali juga didukung oleh tenaga medis yang mumpuni dan fasilitas kesehatan yang memadai. Pemerintah menunjuk 14 RS rujukan di seluruh Bali dan 8 lab yang mampu untuk melakukan tes PCR/swab,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Pamovit Baharkam Polri, Brigjen Pol Hari Prasodjo menyatakan, bahwa Kepolisian RI hadir dan mendukung penuh semua langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

“Di Polri energi juga sudah banyak diarahkan untuk penanganan pandemi ini, serta membantu bapak/ibu untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, dirinya mengaku banyak personel Polisi yang juga terpapar virus ini. Akan tetapi, ia menegaskan ini adalah bentuk tanggung jawab instansnya kepada bangsa dan masyarakat Indonesia.

“Untuk saat ini, fokus kita memang kepada kesehatan warga terlebih dahulu, namun kita juga tidak menutup mata untuk terus menata perekonomian. Ibaratnya kita ingin semua warga sehat namun juga tidak ingin masyarakat yang lain tidak makan,” jelasnya.

Mengenai tugas pokok dan fungsinya, Brigjen Pol Hari Prasodjo menyatakan, jika bidangnya memang menangani pengamanan terhadap pariwisata. Ia mengaku pihaknya menyambut baik rencana pemerintah untuk membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara pada tanggal 11 September mendatang.

“Ada empat wilayah yang akan dibuka yaitu Bali, Bintan, Belitung dan Banyuwangi. Saya sudah berkunjung dan mengecek kesiapan protokol kesehatan dan saya yakin persiapan di empat wilayah itu sudah optimal,” jelasnya.

Lihat juga...