Banjir Terjang Dua Kampung di Mimika

MIMIKA  – Dua kampung di wilayah pesisir Kabupaten Mimika Provinsi Papua hingga kini masih terendam banjir yaitu Kampung Myoko Distrik Iwaka dan Kampung Aikawapuka Distrik Mimika Tengah.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Timika Sabtu, mengatakan jajarannya meminta bantuan helikopter Intan Angkasa untuk memotret dari udara kondisi banjir di beberapa kampung wilayah pesisir Mimika.

Pemantauan dari udara dilakukan selama 30 menit oleh awak helikopter Intan Angkasa dan menemukan masih banyak lokasi yang tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mimika dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir.

“Berdasarkan pemantauan dari udara volume air di Kampung Atuka yang sebelumnya cukup tinggi dan menggenangi seluruh kampung itu kini sudah mulai surut. Sedangkan di Kampung Aikawapuka dan Myoko sampai sekarang masih tergenang air,” kata John.

Ia mengatakan jajarannya telah meminta bantuan TNI dan Polri untuk melakukan pemantauan langsung melalui jalur sungai ke wilayah pesisir yang masih tergenang banjir.

Pemkab Mimika akan mengirim bantuan pangan untuk membantu masyarakat terdampak di kampung-kampung itu setelah menerima laporan dari aparat TNI dan Polri yang melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Selain bahan pangan, kebutuhan mendesak lainnya bagi warga terdampak banjir yaitu ketersediaan obat-obatan dan pelayanan kesehatan agar warga terhindar dari penyakit menular seperti diare, malaria dan lainnya.

Saat bencana banjir bandang melanda kawasan Jalan Trans Nabire yang mencakup pemukiman karyawan PT PAL, Kampung Kyura Gunung, Kyura Pantai, Kamora Gunung dan Mimika Gunung sejak akhir pekan lalu volume air banjir yang menggenangi Kampung Myoko dan Aikawapuka hampir mencapai satu meter atau setinggi dada orang dewasa.

Bencana banjir bandang tersebut memporak-porandakan ruas Jalan Trans Papua rute Timika-Wagete-Nabire di beberapa titik seperti Kilometer 12 dan di pertengahan PT PAL.

Jalan yang terbuat dari konstruksi beton tailing itu kini berubah menjadi alur sungai dan belum bisa dilalui kendaraan karena sebagian konstruksi beton tailing sudah amblas. (Ant)

Lihat juga...