Bank Jaringan BATAN Diharap Bantu Perbaikan Ekonomi

Editor: Koko Triarko

Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN), Efrizon Umar, dalam seminar online yang diselenggarakan oleh PAIR BATAN, Kamis (20/8/2020). –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Pengembangan bidang biomaterial pada Bank Jaringan BATAN, diharapkan mampu membantu perbaikan ekonomi Indonesia yang melemah akibat pandemi, dan pada target jangka panjang bisa menjadi substitusi produk impor.

Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN), Efrizon Umar, menjelaskan bank jaringan ini merupakan suatu badan seperti bank yang dikenal oleh masyarakat selama ini.

“Tapi, yang disimpan adalah jaringan-jaringan tubuh manusia. Yang membantu untuk penyediaan jaringan seperti jantung, tulang, mata atau organ lainnya, dari donor untuk penerima organ,” kata Efrizon dalam seminar online yang diselenggarakan oleh PAIR BATAN, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya, banyak masyarakat yang belum memahami proses yang terjadi dalam bank jaringan ini dan manfaatnya. Sehingga, dengan mengadakan seminar online, masyarakat bisa memahami peran dan prosesnya.

“Selain itu, kita mengajak masyarakat untuk memahami juga peran teknologi nuklir dalam proses penyimpanan jaringan yang dilakukan oleh bank jaringan, dan secara luas manfaat teknologi nuklir bagi kesehatan,” ucapnya.

Kepala Pusat Aplikasi Radioisotop dan Radiofarmaka (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat, menyatakan pemanfaatan teknologi nuklir pada bank jaringan merupakan salah satu bagian dari pengembangan teknologi nuklir untuk bidang kesehatan.

“Harapannya, masyarakat juga bisa memahami, bahwa teknologi nuklir telah dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat. Juga sebagai ajakan bagi para pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi nuklir ini menuju cakupan yang lebih luas,” kata Totti, dalam kesempatan yang sama.

BATAN, lanjutnya, ingin memastikan dan meyakinkan masyarakat bahwa penggunaan teknologi nuklir ini dilakukan dengan terus mendukung asas aman dan keselamatan bagi para penggunanya, maupun operator yang mengoperasikannya.

“Kami sebagai lembaga penyedia teknologi, penyokong penggunaan teknologi dan sebagai clearing house, ke depannya diharapkan kerja sama yang riil dari instansi maupun lembaga swasta untuk mengembangkan teknologi industri yang sudah ada, yang kali ini tentunya secara khusus untuk membicarakan potensinya pada bidang bank jaringan dan kesehatan,” ucapnya.

Dengan memanfaatkan teknologi nuklir ini, Totti mengharapkan bisa membantu untuk memutar roda perekonomian yang melemah sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda Indonesia, tapi juga dunia.

“Langkah ini sesuai arahan presiden yang meminta semua sektor usaha untuk langsung tancap gas, agar Indonesia bisa secepatnya recovery dari pelemahan akibat pandemi,” ucapnya.

Ahli Patologi Anatomi, Paramita Pandansari, menyampaikan jaringan tubuh merupakan bagian terpenting dalam kesehatan manusia. Dan dalam perjalanan hidup sering ditemui adanya kerusakan dalam jaringan, hingga dilakukan suatu upaya untuk memperbaiki kerusakan jaringan.

“Untuk memperbaiki jaringan ini, para tenaga medis membutuhkan biomaterial. Kita di PAIR BATAN sudah melakukan penelitian lebih dari 25 tahun untuk menyediakan biomaterial ini,” ujarnya.

Biomaterial, jelasnya, adalah material yang berinteraksi secara langsung dengan jaringan dan cairan biologis tubuh makhluk hidup untuk mengobati, memperbaiki atau mengganti bagian anatomi tubuh makhluk hidup, atau yang lebih dikenal dengan sebutan implan.

“Sejauh ini, biomaterial yang dikembangkan BATAN ini sudah diaplikasikan di kedokteran bedah maupun kedokteran gigi. Namun, penyediaan biomaterial saat ini masih sangat jauh dari kebutuhan yang ada. Sehingga, dengan kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya, bisa mengurangi jumlah impor biomaterial yang ada,” pungkasnya.

Lihat juga...