Bawaslu Kota Semarang Masih Temukan Data Pemilih Bermasalah

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Proses pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih dan pemilih baru, yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dalam tahapan Pilkada 2020 sudah berakhir per Kamis (13/8/2020) lalu.

Namun, sejauh ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang masih menemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS), namun tetap ada dalam daftar pemilih. Selain itu, juga ada pemilih baru yang belum dimasukkan dalam daftar pemilih, meski secara syarat administrasi memenuhi.

“Kami ingin memastikan, setiap warga Kota Semarang yang memiliki hak pilih terdata dalam daftar pemilih. Untuk itu, kita memastikan pengawasan sudah sesuai dengan regulasi dan kebijakan lembaga,” papar Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin di Semarang, Jumat (14/8/2020).

Diterangkan, dari hasil supervisi di sejumlah kecamatan di Kota Semarang, yang dinilai berpotensi rawan pelanggaran, pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran.

Diantaranya, ada sebanyak 238 pemilih yang sudah meninggal dunia, 181 pemilih pindah domisili, 5 pemilih ganda, dan 17 pemilih baru belum tercatat. Sehingga, jumlah total ada 441 pemilih yang tersebar di Kecamatan Gayamsari , Semarang Utara, Candisari, Tembalang.

“Secara berjenjang, Bawaslu sudah melakukan saran perbaikan kepada jajaran KPU untuk segera menindaklanjuti temuan-temuan pengawas,” tegasnya.

Terpisah, menanggapi terkait temuan adanya 441 pemilih bermasalah dari Bawaslu Kota Semarang, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, menyampaikan apresiasinya.

“Kita telah menindaklanjuti termuan tersebut. Selanjutnya, akan dilakukan perbaikan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), hingga nanti akan ada penetapan dari DPS menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Proses ini akan berlangsung sampai Oktober mendatang,” terangnya.

Namun secara umum, pihaknya memastikan bahwa seluruh tahapan coklit berlangsung dengan baik, dari 1.275.121 pemilih yang terdata dalam formulir Model A-KWK di Kota Semarang, sebanyak 119.859 orang diantaranya, masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS).

Selain itu, juga penambahan sebanyak 26.971 pemilih baru, sehingga total hasil sementara calon pemilih yang akan menggunakan hak pilih pada Pilwakot Semarang 2020, sebanyak 1.182.233 orang.

Lihat juga...