Bedah Rumah Warga Miskin di Banjarmasin Tidak Terkendala Pandemi

Salah satu rumah di Banjarmasin yang akan direhabilitasi agar menjadi layak huni – Foto Ant

BANJARMASIN – Sebanyak 100 unit rumah warga miskin di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi sasaran program bedah rumah di 2020 ini. Meski pandemi COVID-19 sedang melanda, tidak membuat program tersebut terhenti.

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengatakan, bedah rumah merupakan program bantuan sosial Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RUTILAHU), yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial setempat.

Keluarga yang menjadi sasaran atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tersebar di lima kecamatan se-Kota Banjarmasin. Dan karena proses pengerjaan bedah rumah menghabiskan waktu sekira dua puluh hari, maka para KPM akan menerima jaminan atau jatah hidup, selagi menunggu proses pengerjaan bedah rumah selesai.

“Hari ini (Kamis, 13/8/2020) kita memulai pembongkaran beberapa unit rumah dalam program bedah rumah atau bantuan sosial rumah tidak layak huni, kemudian ini dilaksanakan secara padat karya, karena rumah ini targetnya dua puluh hari selesai, jadi sementara ada jaminan hidup,” kata Ibnu Sina.

Program bedah rumah dengan sasaran 100 unit tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebanyak Rp1,6 miliar. “Mudah-mudahan semakin banyak warga yang terbantu rumahnya menjadi layak huni,” ujarnya.

Dari catatan Ibnu Sina, masih cukup banyak rumah kurang layak huni di Banjarmasin. Sehingga secara bertahap akan dimasukkan ke program bedah rumah untuk direhabilitasi. Yang pasti, rumah yang mendapat program harus memenuhi syarat lahan dan rumah sendiri.

Program bedah rumah merupakan program kesejahteraan yang diterapkan pemerintah. Digelar untuk menghilangkan kawasan atau daerah pemukiman yang kumuh. Kegiatan itu dimaksudkan untuk membantu warga yang memiliki rumah, tetapi tidak mampu untuk memperbaiki, agar kondisinya menjadi layak huni. (Ant)

Lihat juga...