BNN Riau Amankan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Ilustrasi narkoba – Foto Ant

PEKANBARU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menyita 20 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi. Narkoba tersebut diketahui berasal dari Negeri Jiran Malaysia, yang masuk melalui Kabupaten Bengkalis.

“Sabtu (8/8/2020) sore, kami gagalkan peredaran narkoba 20 kilogram sabu dan ekstasi 10 ribu butir,” kata Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Kenedy di Pekanbaru, Minggu (9/8/2020).

Pengungkapan berawal saat tim mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa pada Jumat (7/8/2020) atau sehari sebelum penangkapan, mengenai rencana masuknya narkoba dalam jumlah besar dari Malaysia via pelabuhan tikus di Pulau Bengkalis, Riau.

Upaya penyelidikan langsung dilakukan, hingga petugas menemukan satu unit kapal cepat berlayar menuju perairan Pambang, Pulau Bengkalis. Menyadari kehadiran petugas, speedboat tersebut tidak jadi bersandar, dan memilih berbalik arah ke tengah laut.

Tak ingin kehilangan buruan, tim melakukan pemantauan. Sementara tim lainnya menunggu di Kota Bengkalis, yang berjarak satu jam perjalanan darat dari Pambang. Dan pada Jumat (7/8/2020), tim mendapatkan informasi jika speedboat sudah bersandar ke pelabuhan. Tanpa menunggu lama, tim bergerak ke lokasi yang dimaksud dan didapat informasi bahwa barang haram itu selanjutnya akan dibawa ke Pekanbaru.

Masih dalam proses penyelidikan pada Sabtu (8/8/2020), diketahui penjemput narkotika tersebut adalah seorang lelaki menggunakan sepeda motor. Namun pelaku diduga mengetahui keberadaan tim dan melarikan diri. Tim langsung melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan. “Barang bukti yang dibawa target dibuang dan dijatuhkan di Jalan Lembaga, Kabupaten Bengkalis,” kata Kompol Khodirin, pejabat BNN Provinsi Riau lainnya.

Tim lalu berkoordinasi dengan Polres Bengkalis guna mengamankan lokasi tempat pembuangan barang bukti. “Sementara pengejaran terus dilakukan, setelah lima jam melakukan pencarian, target tidak ditemukan. Selanjutnya barang bukti narkotika dibawa ke Kantor BNN Provinsi Riau,” pungkas Khodirin. (Ant)

Lihat juga...