Bukit Blego Magetan Berpotensi Menjadi Wisata Paralayang

Seorang atlet paralayang melakukan uji coba di Bukit Blego, Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jatim yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata paralayang – Foto Ant

MAGETAN – Bukit Blego, yang berada di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata olahraga paralayang.

Jika hal tersebut direalisasikan, diyakini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Lokasi Bukit Blego sangat cocok sekali menjadi objek wisata paralayang. Potensi tersebut harus dikembangkan,” ujar Kepala Desa Trosono, Sumono di Magetan, Senin (3/8/2020).

Menurut Sumono, untuk mendongkrak potensi desa wisata tersebut, pemerintah desa akan bekerja sama dengan pemerintah desa lain yang ada di sekitar Desa Trosono, seperti Desa Sayutan, Bungkuk, dan Ngunut. “Hasil survei para atlet paralayang yang sering melakukan uji coba di daerah sini, menyebutkan bahwa di sepanjang Bukit Blego dari sebelah selatan hingga utara, semuanya cocok untuk kegiatan paralayang,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemerintah Desa Trosono juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Sehingga wilayah Magetan bagian selatan, yang selama ini dikenal sebagai daerah tandus bisa berkembang lebih maju dengan sektor pariwisata. “Dengan demikian, potensi tersebut bisa mengangkat perekonomian dan kesejahteraan warga desa sekitarnya,” tandasnya.

Wisatawan paralayang di Bukit Blego akan mendapatkan suguhan pemandangan alam dari atas dengan melihat keelokan Gunung Lawu dan hamparan alam di sekitarnya yang eksotis. Salah satu atlet paralayang, Jefy menyebut, Bukit Blego cocok untuk aktivitas paralayang. Ia mengaku udara dan panas bumi di Bukit Blego cukup bagus, dan layak untuk dijadikan lokasi paralayang. “Sejauh ini masih uji coba dan hasilnya sangat cocok untuk paralayang. Hanya saja, masih perlu dicari tempat atau titik yang pas untuk landing (mendarat),” ujar Jefy, yang mengaku berasal dari Ngawi.

Sementara, uji coba kegiatan paralayang yang dilakukan oleh Jefy dan timnya menjadi tontonan dan hiburan baru bagi warga di Desa Trosono. Warga sangat tertarik dan ingin melihat langsung kegiatan paralayang itu dari dekat. (Ant)

Lihat juga...