Bupati Pessel Imbau Kegiatan Olah Raga Taati Prokes

Editor: Koko Triarko

PADANG – Kendati dalam kondisi Covid-19, sejumlah desa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, masih menyelenggarakan kegiatan olah raga setingkat kecamatan. Hal ini pun menjadi perhatian bupati setempat, Hendrajoni, dan meminta kepada penyelenggara kegiatan olah raga untuk tidak abai soal keselamatan atlet dan warga yang menyaksikan dari terpaparnya virus penyebab Covid-19.

“Saya minta panitia penyelenggara harus rajin mengingatkan kepada seluruh orang yang datang dalam kegiatan itu, agar menerapkan protokol kesehatan (prokes), pakailah masker. Jika sakit, jangan paksakan untuk menonton pertandingannya,” kata dia, Jumat (28/8/2020).

Menurutnya, sejauh penyelenggaraannya benar-benar aman bagi masyarakat dan seluruh orang yang ada di dalam kawasan acara itu, maka boleh saja membuat acara pertandingan olah raga tersebut. Namun bila abai soal protokol kesehatan, maka berisiko untuk dibubarkan.

Hal tersebut ditegaskannya, karena selama adanya pandemi Covid-19 tidak dipungkiri ada sebagian masyarakat yang jenuh dengan hari-hari di rumah saja. Dari yang biasanya dari pagi sampai sore sibuk bekerja, baik itu pegawai, petani dan nelayan sekali pun, harus di rumah saja.

“Kini ada kegiatan pertandingan olah raga. Saya melihatnya di sisi positif saja, ya tidak apa-apa. Tapi ya itu, harus pakai masker bagi orang yang ada di kawasan acara itu,” sebut dia.

Hendrajoni menilai, dengan adanya pertandingan olah raga itu, secara tidak langsung turut menggali potensi pemuda dan pemudi di pedesaan yang bisa diorbitkan menjadi atlet berkelas dan berprestasi.

“Saya berharap melalui turnamen yang demikian akan lahir atlet-atlet berbakat dan profesional yang bisa mengharumkan nama daerah,” jelasnya.

Dikatakannya, di nagari-nagari atau desa banyak bibit-bibit atlet berbakat seperti pada cabang olah raga bulu tangkis, sepak bola, bola voli, takraw, pencak silat dan lainnya. Namun mereka belum terbina dengan baik, bahkan tidak didukung oleh sarana dan prasarana olah raga.

Karena itu, pemerintah nagari diminta membangun sport center atau sarana dan prasarana olah raga di wilayahnya, dalam upaya melakukan pembinaan bagi atlet-atlet berbakat.

“Kita menginginkan di nagari ada sport center, sehingga bakat dari anak-anak kita di bidang olah raga dapat tersalurkan. Kemudian Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga bersama dengan KONI Kabupaten Pesisir Selatan, hendaknya aktif melakukan pembinaan pada atlet-atlet berbakat,” pintanya.

Sementara itu, Panitia Turnamen Bulu Tangkis Renah Indojati Cup V, Etri Candra, mengatakan, di daerahnya kini tengah dilangsungkan sebuah turnamen bulu tangkis. Imbauan dari bupati telah dilaksanakan, agar dapat memberikan rasa aman sepanjang diselenggarakannya turnamen tersebut.

“Kita dalam pelaksanaan pertandingan olah raga itu, setiap penonton, panitia dan peserta telah diminta untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucap dia.

Etri Candra mengemukakan, Turnamen Bulu Tangkis Renah Indojati Cup V diikuti seluruh kecamatan eks Pancung Soal, yang kini telah menjadi enam kecamatan, yaitu Air Pura, Pancung Soal, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Balai Tapan, Lunang dan Silaut.

Ditambahkan, seharusnya turnamen sudah digelar pada Maret lalu, namun karena saat itu penularan Covid-19 tengah terjadi, sehingga ditunda hingga Agustus ini. Diharapkan, pelaksanaan turnamen dapat membangkitkan semangat olah raga di masa pandemi.

Lihat juga...