Bupati Purbalingga Klaim Seluruh Pabrik Sudah Terapkan Prokes

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengklaim seluruh pabrik di wilayahnya sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan maksimal. Seperti kewajiban untuk menggunakan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan, pengukuran suhu tubuh serta tempat kerja yang berjarak.

“Saya sudah monitoring keliling ke beberapa pabrik dan semua sudah menerapkan protokol kesehatan. Sehingga karyawan bisa bekerja dengan tenang dan merasa aman, tidak takut tertular Covid-19,” kata Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi ini, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan di pabrik sangat penting, sebab lokasi tersebut setiap hari mempekerjakan puluhan karyawan, bahkan ada yang sampai ratusan. Penerapan protokol kesehatan di pabrik, juga berpengaruh terhadap hasil produksi, terlebih jika pabrik tersebut memproduksi olahan makanan.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Kamis (27/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Beberapa pabrik yang dinyatakan bupati sudah menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal yaitu pabrik yang memproduksi bulu mata palsu seperti PT Mahkota Tri Angjaya, PT Sinar Cendana Abadi dan PT Hyupsung. Kemudian pabrik rambut palsu yaitu PT Sung Chang, pabrik pengolahan kayu, PT Karya Bhakti Manunggal dan lain-lain.

“Di Purbalingga terdapat banyak pabrik, karena kita dikenal sebagai penghasil bulu mata dan rambut palsu, sehingga sangat penting untuk melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan di pabrik-pabrik tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Tiwi mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh pabrik di Purbalingga mengalami penurunan omzet antara 30 hingga 50 persen. Pemesanan bulu mata palsu dan rambut palsu yang biasanya dikirim hingga ke manca negara juga ikut terdampak.

Penurunan omzet tersebut disikapi pihak perusahaan dengan berbagai cara, ada yang mempekerjakan separuh dari jumlah karyawan dan dilakukan bergantian. Sehingga semua karyawan bisa tetap bekerja, meskipun jam kerja mereka berkurang. Namun ada juga yang merumahkan sebagian karyawan untuk memangkas pengeluaran.

“Kita menghormati langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk bisa bertahan, sebab situasi ekonomi sekarang memang sedang sulit,” kata Tiwi.

Sementara itu, Vice President Director PT Hyupsung yang memproduksi bulu mata palsu, Son Hyung mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pabrik. Bahkan di produksi, meja antarkaryawan diberi penyekat dari mika. Dan di pintu masuk pabrik juga dilakukan pengecekan suhu tubuh.

“Penerapan protokol kesehatan kita lakukan dengan tertib, seluruh karyawan wajib cuci tangan dan menggunakan masker sebelum masuk ke tempat kerja dan ketentuan tersebut sudah kita terapkan lama, sejak awal pandemi,” katanya.

Lihat juga...