Capaian Coklit di Kota Semarang Sudah 90 Persen

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memastikan, proses pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semarang 2020, sudah lebih dari 90 persen.

“Sesuai jadwal pelaksanaan coklit, berlangsung mulai 18 Juli lalu hingga 13 Agustus 2020. Namun, kita perkirakan bisa lebih cepat, sebab sekarang ini capaiannya sudah lebih dari 90 persen,” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom di Semarang, Minggu (9/8/2020).

Bahkan, lanjutnya, jika dilihat per wilayah kelurahan, sudah ada yang mencapai 100 persen. “Ada kelurahan yang sudang selesai, namun ada juga yang baru 85 persen hingga 95 persen. Namun kalau dihitung secara keseluruhan sudah 90 persen. Harapannya, kita target Senin (10/8/2020) malam, sudah selesai semua,” tambahnya.

Sejauh ini, dalam pelaksanaan tahapan coklit, pihaknya mengaku tidak menjumpai kendala yang berarti. Termasuk dalam pendataan warga Kota Semarang, yang saat ini bekerja atau bertempat tinggal di luar kota.

“Selama memenuhi persyaratan sebagai pemilih, tentu mereka juga berhak untuk ikut memberikan suara dalam Pilkada 2020. Namun karena sekarang ini masih pandemi covid-19, ada diantara mereka yang tidak bisa pulang untuk proses coklit,” tambahnya.

Namun, Hendry memastikan, hal tesebut tidak menjadi kendala, sebab pihaknya melakukan verifikasi dengan RT/RW lingkungan setempat. Termasuk melakukan verifikasi melalui telepon kepada yang bersangkutan.

Ditambahkan, setelah proses coklit selesai, tahapan selanjutnya berupa penyusunan daftar pemilih sementara (DPS). “Kita berharap berbagai tahapan dalam pelaksanaan Pilkada ini bisa berjalan dengan baik. Kita juga membuka pintu untuk saran dan kritik membangun, dalam upaya mewujudkan pesta demokrasi yang berkualitas,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Muhammad Amin menandaskan, pihaknya bersama Panswaslu Kecamatan dan Kelurahan, terus melakukan pengawasan tahapan coklit di Kota Semarang.

“Pengawasan ini dilakukan, untuk memastikan agar pemilih yang terdaftar benar-benar sesuai persyaratan. Sekaligus memastikan prosedur serta tata cara pencoklitan, dilakukan dengan benar,” terangnya.

Pihaknya juga telah membentuk posko laporan dan pengaduan data pemilih, di tiap kecamatan se-Kota Semarang. Masyarakat pun bisa ikut serta melaporkan, jika ditemukan kesalahan atau kecurangan dalam pelaksanaan coklit tersebut.

“Pengawasan mutlak kita lakukan dalam tahapan coklit ini, agar ketidak sesuaian data pemilih terkini bisa dihindari. Kasus yang sering terjadi, misalnya orang yang sudah meninggal masih terdata, kemudian sudah pindah domisili, di bawah umur, atau masih aktif sebagai TNI-Polri memiliki hak pilih, hal itu perlu kita waspadai,” pungkasnya.

Lihat juga...