Capaian Target Tes Covid-19 di Semarang Terkendala Alat

Editor: Koko Triarko

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, -Dok: CDN

SEMARANG – Meski terus digencarkan, namun ada sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang jumlah tes Covid-19 masih rendah dan belum optimal. Selain keterbatasan SDM, penyebab lainnya karena reagen yang digunakan ternyata tidak kompatibel dengan alat PCR.

“Ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan tes Covid, khususnya dengan tes usap atau swab test. Termasuk dari beberapa reagen yang diberikan ternyata tidak kompatibel dengan alatnya. Untuk itu, saya sudah meminta Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk mencari alat yang kompatibel secepatnya,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Senin (10/8/2020).

Hal tersebut penting, agar hasil yang didapat sesuai dengan kondisi masing-masing sampel. “Maka saya minta untuk identifikasi, agar tidak terjadi kesalahan. Kalau salah, lalu hasilnya negatif, padahal sampel itu positif, tentu berbahaya. Demikian juga sebaliknya, kalau salah positif, orangnya bisa kaget,” terangnya.

Pihaknya berharap, sejumlah persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tes usap, bisa segera terselesaikan, sehingga target 4.991 tes per hari dapat terdistribusi dengan baik. Termasuk capaian masing-masing kabupaten/kota per hari.

“Sementara ini, untuk daerah yang belum optimal dalam distribusi testing dan tracing, paling rendah di Kabupaten Brebes. Untuk itu, akan kita dampingi, akan kita bantu. Apa persoalannya agar nanti kita bisa selesaikan bersama,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Ganjar juga mendorong peran puskesmas, untuk dijadikan basis dalam melakukan pengamatan (surveillance) sebagai upaya pengoptimalan testing Covid-19 di Jateng. Terlebih jumlah puskesmas sudah banyak dan merata di setiap kecamatan di Jateng.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, memaparkan saat ini pelaksanaan tes Covid dengan uji usap, masih fluktuatif.

“Masih naik turun, tertinggi 3.700-an tes per hari. Ini tentu kita dorong terus, karena memang ada sejumlah kendala di lapangan,” paparnya.

Terutama terkendala pada reagen dan alat yang digunakan. Hal tersebut mendorong pihaknya untuk segera mencari alat yang sesuai, sehingga hasil yang diperoleh bisa valid 100 persen.

“Selain itu, seperti instruksi dari Gubernur Jateng, kita juga akan manfaatkan Puskesmas, dalam pengoptimalan tes Covid-19. Salah satu alasannya adalah keberadaan Puskesmas yang tersebar sampai ke wilayah terkecil, sampai ke pelosok-pelosok wilayah,” terangnya.

Untuk menjadikan basis, maka diperlukan penguatan sumberdaya manusia di Puskesmas. Hal itu juga yang berusaha diupayakan oleh Satgas Covid-19 Jateng.

“Mudah-mudahan kendala bisa terselesaikan dengan cepat, termasuk pengoptimalan peran Puskesmas, hingga pelaksanaan tes Covid bisa maksimal,” pungkasnya.

Lihat juga...