CDK4/6 Inhibator Beri Harapan Positif Penderita Kanker Payudara

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Penelitian pengobatan kanker payudara ditujukan untuk mencegah pembelahan sel kanker dan menghilangkan sel kanker tanpa menghilangkan kualitas hidup dari penderita kanker.

Salah satunya yang muncul dan memberikan harapan positif bagi para penderita kanker payudara metastasis adalah CDK4/6 Inhibitor untuk perawatan subtipe HR-Positif dan HER2-Negatif yang digabungkan dengan dukungan psikososial.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia dr. Ronald Alexander hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM, saat talkshow online yang diselenggarakan Pfizer, Senin (31/8/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia dr. Ronald Alexander hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM menjelaskan terapi ini merupakan salah satu perkembangan dalam perawatan kanker payudara yang sudah bermetastasis.

“Targetnya adalah menghambat sel-sel kanker CDK4/8 pada pasien HR-Positif dan HER2-Negatif yang mengalami penyebaran melebihi payudara dan kelenjar getah bening terdekat,” kata Ronald pada talkshow online yang digelar Pfizer, Senin (31/8/2020).

Ia menyebutkan bahwa penelitian terkait upaya pengobatan kanker payudara sebenarnya banyak dilakukan oleh berbagai peneliti.

“Tapi dari penelitian terbaru, CDK4/6 Inhibitor ini merupakan salah satu yang menunjukkan hasil nyata dan berhasil mendapatkan persetujuan dari berbagai badan kesehatan dunia dan dijadikan sebagai obat yang disarankan bagi perawatan HR-Positif dan HER2-Negatif,” ucapnya.

Di mana pada CDK4/6, satu sel yang masuk dalam siklus pembelahan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sistem terapi lainnya.

“Tidak tertutup kemungkinan pada beberapa tahun ke depan akan ditemukan lagi terapi yang bisa memberikan hasil yang lebih optimal bagi perawatan subtipe HR-Positif dan HER2-Negatif ini. Sehingga para pasien kanker payudara dengan subtipe ini bisa mendapatkan potensi kesembuhan yang lebih besar,” ujarnya.

Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia dr. Dyana Suwandy pada talkshow online yang digelar Pfizer, Senin (31/8/2020) -Foto Ranny Supusepa

Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia dr. Dyana Suwandy menyatakan penelitian dilakukan dalam upaya mengerem pertumbuhan sel yang terkena kanker dengan memanfaatkan kombinasi hormon tertentu.

“Pada obat berbasis CDK4/6 yang dikembangkan oleh Pfizer, yaitu palbociclib memungkinkan periode meminum obat yang lebih pendek. Yaitu hanya selama 21 hari atau tiga minggu berturut kemudian jeda selama 7 hari. Untuk penghentian terapi, tentunya bergantung pada perkembangan kanker dalam tubuh,” ungkapnya.

Bagi pasien kanker stadium lanjut, berdasarkan uji klinis, obat ini mampu memberikan peluang pada 26 persen pasien untuk memiliki tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun.

“Selain dengan obat, para pasien kanker payudara dengan stadium lanjut juga membutuhkan perhatian dan dukungan psikososial. Ini lah yang disasar oleh program Asa Dara melalui platform ekosistem kesehatan digital,” ujarnya.

Dengan menggabungkan terapi obat dan dukungan psikososial, diharapkan para pasien HR-Positif dan HER2-Negatif stadium lanjut akan mampu mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Dukungan dan informasi akurat dipercaya merupakan cara efektif dalam membantu perjalanan hidup pasien kanker payudara,” pungkasnya.

Lihat juga...