Ciptakan Ketahanan Pangan, Kembangkan Kampung Hidroponik di Pondok Melati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Seluruh wilayah RW di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat diwajibkan mengembangkan tanaman hidroponik. Hal tersebut dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.

“57 RW di empat kelurahan Kecamatan Pondok Melati, wajib bercocok tanam di depan rumah melalui sistem hidroponik atau lainnya. Saya ingin membudayakan dan kesadaran sendiri,” ungkap Jaya Eko Setiawan, Camat Pondok Melati, kepada Cendana News, Kamis (27/8/2020).

Camat Pondok Melati, Jaya Eko Setiawan, memberi keterangan komitmen untuk membudayakan hidroponik di kalangan masyarakat, Kamis (27/8/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan bahwa hal tersebut tidak hanya karena mengikuti perlombaan Kampung Hidroponik yang saat ini masuk tahap penilaian. Tapi lebih kepada menanamkan kesadaran warga pentingnya menanam untuk ketahanan pangan di perkotaan.

“Perlombaan itu perlu, tapi saya menekankan tidak sebatas seremoni, tetapi menjadi budaya. Saya punya mimpi Pondok Melati, sama dengan Lintung salah satu wilayah di Kota Malang, tapi tentunya tidak dalam waktu singkat,” tukasnya.

Menurutnya, warga di beberapa tempat lingkungan RW di beberapa kelurahan sudah mulai menyadari dan mengikhlaskan pagarnya digantungi pot yang berisi sayuran kangkung, bayam dan lainnya.

Guna memotivasi hal tersebut, Jaya mengaku kerap membuat lomba antar-kelurahan. Dua wilayah seperti Jatiwarna dan Kelurahan Pondokmelati diikutkan di tingkat Kota Bekasi.

“Kota Bekasi saat ini tengah membangun sistem peralihan pertanian perkotaan. Tentunya kecamatan terus memberi support melalui pengembangan inovasi, dari tanaman itu sendiri. Seperti jadi produk bolu dari bahan sayuran,” tegasnya.

Partisipasi semakin banyak ke depan dan Pondok Melati bisa menjadi kampung edukasi. Bisa memanen di kampung hidroponik Kota Bekasi. Untuk itu dia terus mendorong kesadaran masyarakat di setiap lingkungan wilayahnya.

Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi, Annie Marijan, selaku tim penjurian perlombaan Kampung Hidroponik mengatakan, penilaian sudah selesai dilaksanakan di seluruh lokasi yang diajukan oleh 12 kecamatan.

“Hari ini, terakhir penilaian Kampung Hidroponik di 12 kecamatan wilayah Kota Bekasi. Setiap kecamatan mengajukan dua kelurahan untuk diikutkan dalam perlombaan kampung hidroponik,” jelasnya.

Namun demikian dia tidak bisa memastikan kapan pengumuman pemenang lomba Kampung Hidroponik Kota Bekasi. Ani, hanya menyebutkan secepatnya, setelah tim juri mengumpulkan nilai dari hasil survei di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penilaian mengacu pada kekompakan satu lingkungan. Meskipun satu tempat kelurahan memiliki puluhan ribu lobang hidroponik tapi hanya dimiliki oleh satu atau dua orang, maka tidak akan dinilai.

“Penjurian dilihat dari kekompakan lingkungan. Artinya, suatu lingkungan seragam bercocok tanam menggunakan lahan kosong di lingkungannya maka potensi menang akan ada,” pungkasnya.

Lihat juga...