Cirebon Diminta Fokus Kembangkan Sektor Pertanian 

Editor: Makmun Hidayat

CIREBON — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan secara perlahan daerahnya telah kembali membuka kegiatan ekonomi dengan tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan. 

Hal tersebut disampai saat rapat bersama Gugus Tugas Kabupaten dan Kota Cirebon . Dia mendorong Cirebon mengembangkan sektor ekonomi di masa pandemi ini di sektor pertanian berbasis teknologi.

“Kita juga titip di masa depan pasca-COVID-19, khusus Kabupaten Cirebon, harus fokus pada pertanian. Karena ternyata pertanian ini paling tangguh terhadap (pandemi) COVID-19, tapi pertanian yang 4.0,” tutur Kang Emil.

Dikatakan bahwa jika Cirebon mau juara pertanian, yang berbasis teknologi bukan konvensional. “Jika itu dilakukan, Insyaallah akan bertahan dari disrupsi,”tandasnya.

Terkait penanggulangan COVID-19 di Jabar, Kang Emil mengatakan bahwa penyebaran masih dalam kategori terkendali, termasuk karena tidak adanya kabupaten/kota yang berstatus Zona Merah sesuai standar pusat.

Dirinya pun mengimbau warga Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning) khususnya di Cirebon untuk menghindari perjalanan atau bepergian ke daerah dengan status Zona Merah.

“Saat bepergian harus hati-hati, karena banyak kasus impor masuk ke Cirebon setelah perjalanan atau bepergian dari Zona Merah,” ucap Kang Emil.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis dalam laporannya mengatakan, hingga Selasa 4 Agustus 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Cirebon berjumlah 37 orang, terdiri dari empat orang bergejala dan 33 orang tidak bergejala.

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang melakukan isolasi di rumah sakit. Sementara 27 orang dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Nashrudin pun menjelaskan, rata-rata kasus terkonfirmasi adalah mereka yang saat dilakukan tes swab telah bepergian ke luar kota yang menjadi pusat penyebaran COVID-19.

“Kami sengaja melakukan swab ini karena apabila kita lebih banyak melakukan Swab maka kita akan mudah melakukan pemetaan persebarannya,” kata Nashrudin.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, rata-rata kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang terjadi di daerahnya merupakan kasus impor.

“Kalau kita lihat orang yang terpapar (COVID-19) di Kabupaten Cirebon ini orang Cirebon yang domisilinya di Jakarta dan Tangerang. Mereka ditangani di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati,” kata Imron.

Lihat juga...