Datangkan Nilai Ekonomi, Kawasan Wisata Mandeh Ciptakan Suasana Bersih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Masyarakat di Nagari/Desa Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tetap menjalankan kegiatan bersih-bersih kawasan pantai. Kegiatan ini bentuk komitmen masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih, karena berada di kawasan Wisata Mandeh.

Wisata Mandeh, merupakan salah satu objek wisata yang memiliki pesona yang indah dan memiliki kunjungan dari berbagai daerah dan negara. Hal ini juga yang membuat masyarakat setempat, selalu konsisten untuk menciptakan suasana, dan tempat yang bersih.

Wali Nagari Sungai Pinang, Azli, mengatakan, sebagai nagari/desa yang masuk dalam Kawasan Mandeh, maka keindahan pantai harus dipertahankan apalagi Kenagarian Sungai Pinang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara .

“Kegiatan bersih-bersih pantai itu, dilakukan satu kali dalam satu pekan yang diikuti oleh masyarakat sekitar. Kegiatan itu bisa dikatakan sudah jadi rutinitas, tanpa disuruh atau pun dingatkan, masyarakat dan pemuda di sini, sudah bergerak sendiri,” katanya, Senin (10/8/2020).

Ia menyebutkan semenjak terkenal dan populernya Wisata Mandeh, membuat perekonomian masyarakat jadi membaik. Sebab banyak bermunculan usaha-usaha rakyat, seperti berdagang, jasa kapal, dan yang membuat homestay.

Dengan demikian, masyarakat pun merasa perlu memberikan rasa nyaman dan suasana yang indah, kepada setiap pengunjung yang datang berwisata ke Mandeh terutama ke Sungai Pinang. Hal itulah yang menjadi alasan sehingga masyarakat pun tetap melakukan kegiatan bersih-bersih tanpa harus disuruh.

Dengan membawa alat kebersihan berupa sapu, cangkul, dan golok, tanpa ada komando, mereka langsung membersihkan sampah-sampah yang ada di kawasan pantai. Tujuan dari kegiatan ini agar pinggiran pantai selalu bersih dan indah, untuk dipandang.

Apalagi setiap harinya banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke kawasan ini. Kenagarian Sungai Pinang memang terkenal dengan keindahan pantainya, bahkan pulau Pagang, Pulau Pamutusan berada dekat dari kenagarian ini.

“Dari satu sisi saya merasa senang, karena dengan adanya objek wisata Mandeh ini, membuat masyarakat kini jadi kompak dan cinta lingkungan. Dulu tidak begini, pantai itu saja bisa dikatakan tidak ada yang mengurusnya,” ujar dia.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Aris, mengatakan, kegiatan bersih-bersih dilakukan secara kompak oleh masyarakat di sana. Meski tanpa ada perintah dari pemerintah desa.

Alasan utama yang membuat masyarakat begitu bersemangat melakukan kegiatan bersih-bersih yang demikian, karena akan mendatangkan income yang lebih. Sebab dengan pantai yang bersih dan nyaman, akan membuat banyak wisatawan datang ke kawasan pantai di sana.

“Wisatawan itu akan singgah bila tempat yang dilihatnya itu bersih dan nyaman. Nah kita maunya begitu, pantainya bersih. Kalau kunjungan banyak, akan banyak pula lapak dagangan yang terjual,” ujar dia.

Aris menyebutkan kini dengan telah menjalani new normal pada masa Covid-19, kunjungan belum seramai dulu, sebelum adanya Covid-19. Akhir-akhir ini yang ramai datang adalah pengunjung masyarakat lokal dan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Kenagarian Sungai Pinang memiliki penduduk sekitar 2000 jiwa atau 467 Kepala Keluarga (KK) dengan mata pencarian masyarakatnya adalah nelayan dan masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan.

Kenagarian Sungai Pinang berbatasan langsung dengan Sungai Pisang Kota Padang. Jika ingin ke kenagarian itu menggunakan jalan darat, harus menempuh jarak dari simpang Sungai Pisang Bungus Padang sekitar 1 jam perjalanan.

Namun jika menggunakan jalan laut maka kita bisa menggunakan boat di Carocok Tarusan. Daerah ini hanya memiliki satu SD dan SMP sedangkan SLTA siswanya harus melanjutkan di luar kenagarian.

Lihat juga...