Di Mataram NTB Ada Ruang Tes CPNS Khusus Bagi Peserta Reaktif COVID-19

Ilustrasi. Kegiatan pengambilan sumpah janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, rektutmen CPNS formasi 2018 – Foto Dok Ant

MATARAM – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan ruang khusus bagi peserta tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rekrutmen formasi 2019 yang reaktif COVID-19.

“Peserta yang memiliki hasil tes cepat COVID-19 reaktif tetap boleh mengikuti tes SKB, namun ada di ruangan khusus yang kami siapkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, Kamis (13/8/2020).

Peserta dengan hasil tes cepat COVID-19 reaktif itu akan dijadikan satu ruangan, dengan peserta yang terindikasi pada hari H pelaksanaan tes memiliki suhu tubuh 37,5 derajat celsius. “Jadi ada dua ruang tes yang kita siapkan, satu untuk peserta dengan kondisi sehat dan normal, satu ruangan untuk peserta yang reaktif, positif serta memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat,” ujarnya.

Karena itulah, dari 619 orang peserta tes SKB CPNS formasi 2019, diwajibkan melakukan tes cepat COVID-19. Tujuannya agar bisa memetakan peserta yang reaktif dan nonreaktif COVID-19. “Dengan demikian, kita bisa tahu ke ruang mana peserta akan diarahkan untuk mengikuti tes,” jelasnya.

Ia mengatakan, tes cepat COVID-19 dilaksanakan tiga hari sebelum pelaksanaan tes SKB yang dijadwalkan digelar September hingga awal Oktober 2020. Dalam pelaksanaan tes cepat tersebut, BKPSDM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Tes cepat akan diberikan pelayanan secara gratis bagi warga yang berdomisili Kota Mataram. “Untuk tempat dan kapan pelaksanaanya akan dijadwalkan oleh pihak Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tes SKB CPNS tersebut, BKPSDM NTB menerapkan protokol COVID-19 secara ketat, sesuai dengan arahan BKN Regional X Denpasar. Kebijakan seperti menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah, wajib dibawa sendiri oleh peserta. “Perlengkapan protokol COVID-19 dibawa sendiri oleh peserta, karena kita tidak menyiapkan kecuali masker, untuk peserta yang lupa membawa,” tandasnya.

Selain itu, ketentuan menjaga jarak mengharuskan semua daerah menambah waktu pelaksanaan tes dari rencana tiga hari, menjadi enam hari. Hal itu dilakukan karena harus mengurangi jumlah peserta di dalam setiap ruang ujian menjadi hanya separuh dari kapasitas. “Kedatangan peserta juga diminta lebih awal yakni satu jam sebelum kegiatan tes dimulai, sebab harus dilakukan beberapa tahapan antara lain tandatangan dengan barcode sebab tidak ada tandatangan manual,” katanya.

Jumlah peserta CPNS Kota Mataram yang akan mengikuti tes SKB sebanyak 619 orang terdiri dari formasi guru, tenaga kesehatan, dan teknis. “Dari 619 orang itu, 19 orang yang berasal dari luar daerah akan mengikuti tes SKB di UPT masing-masing daerah. Mereka akan merebut 275 formasi yang ada. Meliputi formasi guru tercatat sebanyak 177, tenaga kesehatan 76 dan tenaga teknis 22,” rincinya. (Ant)

Lihat juga...