Dinkominfo Purbalingga Minta Masyarakat Hati-Hati Bermedsos

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinkominfo Kabupaten Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho di kantornya, Sabtu (29/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURBALINGGA — Menjelang digelarnya pemilihan kepala daerah (pilkada) Purbalingga, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Sebab, jika kebablasan berpotensi untuk dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kepala Dinkominfo Kabupaten Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho menyampaikan, pihaknya meras perlu untuk mengingatkan masyarakat, sebab saat ini sudah mulai muncul perbincangan ataupun postingan seputar pilkada. Beberapa masyarakat mulai banyak yang menyampaikan harapannya kepada para pasangan calon.

“Sebelum ada yang kebablasan, kita merasa berkewajiban untuk mengingatkan. Sebab, pilkada di tengah pandemi ini, dimana kampanye tatap muka dibatasi ketat, maka dampaknya media sosial akan menjadi semakin ramai. Karena itu, bijaklah dalam memposting sesuatu di media sosial, terutama jika menyangkut pilkada, jangan membuat kegaduhan di medsos,” pesannya, Sabtu (29/8/2020).

Yonathan menyampaikan, masyarakat boleh menyatakan harapan serta pendapatnya tentang para pasangan calon bupati dan wakil bupati di media sosial, namun hendaknya disampaikan dengan bahasa yang santun. Termasuk jika akan menyampaikan kritik atau pun masukan, harus diperhatikan pilihan katanya.

“Jangan memancing kegaduhan atau menyebarkan ujaran kebencian, karena akan merugikan diri sendiri dan yang terpenting jangan menyebarkan berita bohong atau hoaks,” pesannya.

Selain itu, masyarakat juga harus selektif dan jangan mudah meneruskan pesan atau postingan yang belum diketahui kebenarannya secara pasti. Ia mencontohkan, sekarang banyak bermunculan akun-akun di media sosial yang mengatasnamakan pasangan calon bupati dan tidka semua akun asli.

“Seperti yang dialami petahana, ada akun atas nama beliau, kita sudah konfirmasi dan ternyata akun tersebut bukan beliau yang membuat, jadi sekali lagi berhati-hatilah dalam bermedia sosial” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga. Komisioner Bawaslu Purbalingga, Joko Prabowo mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap akun-akun media sosial selama masa kampanye bulan September hingga awal Desember mendatang.

Dalam melakukan pengawasan kampanye di media sosial tersebut, Bawaslu Purbalingga berpegang pada Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 yang menyatakan bahwa kampanye dengan narasi politik tidak boleh mengandung unsur penghinaan, SARA, mempersoalkan dasar Negara, ideologi dan unsur destruktif lainnya

“Akun-akun yang dengan terbuka melakukan kampanye yang mengandung unsur SARA, penghinaan dan sejenisnya akan kita ditindak tegas,” katanya.

Lihat juga...