Disdikbud Kota Malang Kenalkan Pemanfaatan Museum

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Puluhan peserta yang berasal dari siswa siswi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti lomba melukis dan mewarnai dalam event Pemanfaatan Museum yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang, Andayun Sri Afriana, menjelaskan, event pemanfaatan museum merupakan salah satu upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat khususnya anak-anak terhadap keberadaan museum. Sekaligus mengedukasi anak-anak sebagai generasi muda untuk mengunjungi museum.

“Kegiatan ini adalah salah satu konsep sosialisasi kepada masyarakat tentang event pemanfaatan museum, artinya bahwa museum bukan sekadar tempat untuk menyimpan benda kuno, sehingga menyeramkan bagi anak-anak. Tapi justru bisa menjadi tempat yang cocok bagi anak-anak untuk belajar dan mengkaji ilmu pengetahuan maupun ilmu sejarah,” jelasnya usai acara pembukaan event Pemanfaat Museum di Museum Pendidikan Kota Malang, Kamis (27/8/2020).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang, Andayun Sri Afriana, menjelaskan terkait kegiatan Pemanfaatan Museum di Museum Pendidikan kota Malang, Kamis (27/8/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Bahkan kedepannya, pihaknya menginginkan museum akan dibuat konsep edutaiment, jadi ada edukasinya dan entertaiment,

Lebih lanjut disampaikan Andayun, untuk bisa menarik minat masyarakat terhadap museum di tengah kondisi pandemi saat ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa terobosan, salah satunya dengan dengan kunjungan secara virtual.

“Dalam konteks pandemi saat ini kami sudah membuat profil Museum Pendidikan untuk bisa dikunjungi secara virtual,” terangnya. Masih kami buat konsepnya sekarang, imbuhnya.

Khusus untuk Museum Pendidikan ini, menurut Andayun akan dilakukan perbaikan terkait layout maupun tata letak pameran.

“Termasuk untuk penambahan koleksi museum yang saat ini berjumlah kurang lebih 98 koleksi serta branding untuk lebih mengenalkan Museum Pendidikan kepada masyarakat karena selama ini tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan museum ini,” terangnya.

Sementara itu disebutkan Andayun, kegiatan yang didanai oleh dana alokasi khusus kementerian pendidikan dan kebudayaan tersebut merupakan kegiatan kali ke dua setelah setelah museum Mpu Purwa.

Selain lomba melukis dan mewarnai bagi anak-anak, juga ada lomba geguritan dan bercerita bahasa jawa yang bertemakan Museum Pendidikan.

“Lomba bercerita bahasa jawa ini juga bertujuan mengenalkan anak-anak kepada bahasa jawa sejak dini,” akunya. Kemudian ada juga seminar trilogi budaya pendidikan dan museum serta pameran kontemporer, sebutnya.

Sementara itu salah satu peserta lomba mewarnai, Tika, mengaku baru pertama kali datang ke Museum Pendidikan. “Sering ikut lomba mewarnai tapi baru pertama kali datang ke Museum Pendidikan,” ucapnya

Lihat juga...