Dukung Usaha Petani-Nelayan, Warga Bangun Jalan Swasembada

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Dukung usaha petani dan nelayan dalam upaya meningkatkan ekonomi, warga warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, bangun jalan secara swasembada dengan sistem gotong royong .

Artha, Kepala Dusun Kayu Tabu menyebut musim kemarau dimanfaatkan warga meningkatkan kualitas jalan. Selama musim kemarau petani sementara lebih mudah mengangkut material bahan pembuatan jalan.

Selain itu meningkatnya minat penghobi memancing ke Pantai Batu Alif mendorong peningkatan akses jalan. Semula jalan sepanjang 2,5 kilometer berupa jalan tanah dan batu. Atas inisiatif warga peningkatan kualitas jalan dengan sistem cor semen.

Pada tahap pertama akses jalan sepanjang 800 meter telah dibangun dengan gotong royong. Tahap kedua akses jalan sepanjang ratusan meter dibangun memanfaatkan sumber dana swadaya. Tahap kedua Artha menyebut akses jalan tersebut sudah masuk ke patok 48 yang berada di dekat pantai. Petani, nelayan dan penghobi memancing dipastikan bisa sampai ke pantai batu alif memakai kendaraan roda dua.

“Ratusan warga sebagian merupakan petani penggarap lahan di perbukitan Pematang Malang selama puluhan tahun kesulitan mengangkut hasil pertanian kelapa, jagung, alpukat dan hasil perikanan sehingga akses jalan terus ditingkatkan,” terang Artha saat ditemui Cendana News, Selasa (25/8/2020).

Peningkatan akses jalan menurut Artha mendorong sektor usaha pertanian di wilayah tersebut. Sebab usaha pertanian, perkebunan dan nelayan menjadi salah satu mata pencaharian utama warga. Dukungan infrastruktur yang dibangun secara swadaya merupakan hasil dari panen komoditas pertanian. Setiap petani yang menggunakan akses jalan membantu iuran pembelian pasir dan semen.

Artha, Kepala Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, menggencarkan tersambungnya akses jalan lingkungan dan pertanian untuk peningkatan ekonomi masyarakat, Selasa (25/8/2020). -Foto Henk Widi

Kebutuhan batu untuk perkerasan jalan selebar 1,8 meter diakuinya berasal dari kebun warga. Selain iuran dari warga,akses jalan menuju pantai Batu Alif sebagai spot memancing berasal dari pemancing. Kebijakan dusun setempat bagi setiap pemancing memberikan iuran sukarela untuk membantu perbaikan akses jalan.

“Para pemancing yang melintas secara sukarela bisa membantu untuk biaya perbaikan jalan pertanian dan menuju lokasi pemancingan,” beber Artha.

Salah satu kesulitan proses pembuatan akses jalan pertanian di perbukitan menurutnya keterbatasan air. Warga harus mengambil air dari sumber mata air untuk proses pengadukan semen,pasir. Sistem gotong royong dilakukan warga pemilik kebun dengan penuh kesadaran karena akses jalan tersebut sangat membantu untuk distribusi hasil pertanian.

Peningkatan akses jalan sepanjang 2,5 kilometer menurut Artha sekaligus mendukung sektor wisata minat khusus.  Potensi wisata alam ketinggian,bahari dan petualangan dikonsep untuk mendatangkan wisatawan. Selama ini wisatawan kerap datang menikmati Pantai Batu Alif, Pantai Cina Kawi menggunakan akses laut menggunakan perahu. Terbukanya akses jalan diharapkan bisa meningkatkan ekonomi warga dari sektor pariwisata alam.

“Sektor pariwisata didukung aksebilitas jalan, atraksi dan amenitas mendukung diharapkan menjadi sumber pemasukan bagi warga,” cetusnya.

Jafar, salah satu petani di Dusun Kayu Tabu menyebut swadaya jadi cara menikmati infrastruktur memadai. Sebab mengandalkan alokasi dana desa untuk pembangunan infrastruktur harus menunggu prioritas kebutuhan masyarakat. Sebagian akses jalan desa lain yang lebih dahulu diprioritaskan membuat akse jalan Kayu Tabu ke pantai Batu Alif harus dibangun swadaya.

“Gotong royong dengan sistem iuran hasil dari menjual komoditas pertanian akan menguntungkan dalam jangka panjang,” terang Jafar.

Akses jalan yang memadai minimal untuk kendaraan roda dua akan membantu saat musim penghujan. Sebab jalan tanah berbatu kerap sulit dilintasi untuk pengangkutan hasil pertanian. Pembuatan jalan dengan konstruksi cor semen dan pondasi batu efektif membantu petani. Saat musim panen kelapa, jagung, alpukat petani lebih mudah melakukan distribusi.

Ardy Yanto, salah satu warga menyebut akses jalan yang lebih mudah akan membantu sejumlah nelayan. Sebab sebagian warga yang memiliki perahu selama ini menambatkan perahu di Minang Ruah dan Muara Piluk. Nelayan yang melakukan penangkapan ikan bisa menambatkan perahu di Pantai Batu Alif dan saat musin liburan bisa menawarkan jasa ojek perahu untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata bahari di green canyon, Pulau Mengkudu dan spot menarik lainnya sehingga jadi sumber penghasilan sampingan nelayan.

Lihat juga...